KECELAKAAN KULONPROGO : Carry Terpental, Dua Meninggal

29 November 2016 22:20 WIB Sekar Langit Nariswari Kulonprogo Share :

Kecelakaan Kulonprogo melibatkan empat kendaraan sekaligus.

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Kecelakaan yang melibatkan minibus, truk gandeng, bus dan mobil boks sekaligus terjadi di ruas Jalan Nasional Wates-Yogyakarta di kawasan Dusun Durungan, Wates pada Selasa (29/11/2016) sore. Akibat kejadian tersebut, 2 korban meninggal dunia dan 3 korban luka-luka.

Dua korban, Warsino dan Yuriyem,penumpang minibus, meninggal di lokasi kejadian, sementara 3 lainnya dilarikan di RSUD Wates. Kecelakaan diawali ketika sebuah minibus Carry dengan nomor polisi R 8460 WA berusaha mendahului truk gandeng dengan nopol B 9939 SL dari sisi kanan. Pada saat yang sama, truk tersebut juga disalip oleh mobil boks dari sisi sebelah kiri.

Sesaat setelah menyalip, minibus tersebut kemudian oleng ke kanan dan langsung menghantam bus bernopol AA 1568 DD yang datang dari arah berlawanan. Karena jaraknya mepet dan kendaraan melaju kencang, minibus tersebut kemudian terpental dan kembali terdorong oleh truk gandeng dari belakangnya. Minibus kemudian terpental sekali lahi sehingga 2 penumpangnya terlempar dan kembali tersambar truk gandeng. Mobil boks sendiri kemudian tidak berhenti dan langsung melanjutkan perjalanan.

Joko, supir bus, mengatakan minibus datang dari arah timur dan menyalip hingga melebihi marka jalan.

“Kemungkinan pengemudi kaget lewat marka kemudian terus banting lagi,”ujarnya ditemui di lokasi kemarin.

Menurut Joko, busnya yang menuju Jogja tersebut sudah mencoba menepi hingga nyaris menghabiskan ruas jalan. Ia juga menguraikan jika mobil boks tersebut berhasil menyalip truk gandeng lebih dahulu dan tidak sempat menabrak carry naas tersebut.

Adapun, minibus Carry tersebut dikemudikan oleh Saein (46) warga Sawangan, Kebumen yang membawa 4 orang penumpang sekeluarga. Penumpang terdiri dari Atini (51), Alip Pujiyono (46), Dariyem (51) dan Warsino(50). Rombongan datang dari Bandara Adi Sutjipto menjemput Atini yang baru saja pulang dari Singapura. Sedianya, keluarga ini akan kembali ke Tambak, Banyumas, Jawa Tengah.

“Mereka menjemput saya dari bandara tapi kemudian ada bus dari depan yang menutup jalan kita,”terang Atini ketika ditemui di rumah sakit. Ia sendiri baru saja pulang sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Singapura.