PEMKAB GUNUNGKIDUL : Rp5,7 Miliar untuk Rehabilitasi 10 Pasar Tradisional

Salah seorang pedagang di lantai II Pasar Argosari, Wonosari menunjukkan lubang kecil yang menjadi sumber kebocoran di kios pasar saat hujan tiba, Rabu (2/12/2015). (JIBI/Harian Jogja - Uli Febriarni)
30 November 2016 12:20 WIB Bhekti Suryani Gunungkidul Share :

Pemkab Gunungkidul rehabilisasi pasar tradisional.

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL -- Sebanyak sepuluh pasar tradisional di Gunungkidul akan dibangun kembali pada 2017. Pemerintah menggelontorkan anggaran senilai Rp5,7 miliar.

Kepala Kantor Pengelolaan Pasar Kabupaten Gunungkidul Widagdo menyampaikan pembangunan pasar tersebut menggunakan anggaran dari Pemerintah Daerah, DIY serta Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pusat. Total nilai anggaran yang diusulkan sebesar Rp5,7 miliar. Pemerintah pada Selasa masih berdialog dengan DPRD setempat agar meloloskan belanja rehabilitasi pasar tersebut pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2017.

Ditambahkan Widagdo, pembangunan sepuluh pasar tradisional itu ke depan tidak lagi ditangani lembaganya, sebab mulai 2017 Kantor Pengelolaan Pasar melebur ke dalam Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop).

Kepala Disperindagkop Gunungkidul Hidayat membenarkan rencana pembangunan sepuluh pasar tradisional pada 2017. Dari total sepuluh pasar tersebut, dua di antaranya menurut Hidayat sudah memiliki Detail Engineering Design (DED) atau rencana detail proyek pembangunan.

“Sudah dua pasar yang punya DED. Saat ini pembangunannya tengah diusulkan dalam APBD 2017,” jelas Hidayat.

Bupati Gunungkidul Badingah mengatakan, pasar yang telah memiliki DED antara lain pembangunan Pasar Wonontoro di Kecamatan Karangmojo.

“Untuk rehabilitasi Pasar Menthel [di Kecamatan Tanjungsari], dilaksanakan bersamaan dengan penyusunan DED. Ini sudah optimal [penyusunan DED] karenan nanti tidak akan mengganggu kegiatan rehabnya,” jelas Badingah saat menyampaikan jawaban terhadap pandangan umum fraksi DPRD mengenai APBD 2017.

Badingah mengatakan, rata-rata pembangunan pasar tradisional menelan anggaran Rp500 juta. Namun untuk pembangunan Pasar Nglipar menelan anggaran Rp1 miliar karena menggunakan DAK dari Pusat.