HARI DISABILITAS INTERNASIONAL : 150 Difabel di Jogja akan Terima Alat Bantu

Puluhan penyandang disabilitas hearing dengan Pimpinan DPRD dan Pansus Raperda, Selasa (15/11/2016). (Abdul Hamied Razak/JIBI - Harian Jogja)
01 Desember 2016 12:40 WIB Holy Kartika Nurwigati Jogja Share :

Hari Disabilitas Internasional akan diperingati dengan pemberian pelayanan terpadu

Harianjogja.com, JOGJA-Di tengah peringatan puncak Hari Disabilitas Internasional pada 3 Desember nanti, para penyandang disabilitas akan mendapatkan layanan terpadu jaminan kesehatan khusus. Ditargetkan 150 penyandang disabilitas akan menerima layanan tersebut yang akan digelar di Graha Pandawa, Balaikota Jogja.

"Seperti tahun sebelumnya, ini merupakan layanan terpadu, sehingga kebutuhan alat bantu penyandang disabilitas dapat langsung diakses tanpa perlu melakukan pemeriksaan dengan prosedur yang panjang," ujar Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Jogja, Tri Maryatun di jumpa pers di kantor Humas Pemkot Jogja, Rabu (30/11/2016).

Atun, demikian biasa disapa, mengatakan sampai saat ini sudah ada 132 penyandang disabilitas yang mendaftar untuk mendapatkan layanan kesehatan melalui jamkesus.

Para penyandang disabilitas akan mendapatkan berbagai bentuk layanan kesehatan. Dalam kegiatan jamkesus tersebut, Dinsosnakertrans Kota Jogja akan mendatangkan lima dokter umum, tiga dokter khusus dan satu dokter mata.

"Harapannya, nanti para penyandang disabilitas yang misal membutuhkan kursi roda atau kaki palsu, bisa langsung diukur di sana," jelas Atun.

Selain layanan kesehatan, puncak acara Hari Disabilitas Internasional 2016 juga akan dimeriahkan pentas seni yang akan ditampilkan oleh para penyandang disabilitas. Sedikitnya, 500 orang akan berpartisipasi di puncak acara HDI yang akan diselenggarakan di halaman Pemkot Jogja. Di antaranya berasal dari penyandang disabilitas dan pendampingnya, masyarakat umum, hingga para pemerhati disabilitas.

Sebelumnya, beberapa kegiatan menyambut Hari Disabilitas Internasional 2016 telah dilakukan. Di antaranya pelatihan komputer bagi para difabel yang diikuti 14 penyandang tuna netra. Pada acara tersebut juga akan dilakukan pendataan kembali penyandang disabilitas di Kota Jogja.

"Kalau data saat ini, ada sekitar 1.800 penyandang disabilitas. Sedangkan yang anak-anak ada sekitar 200 orang," jelas Atun.