Kalau Cuma Jadi Tempat Pinjam Buku, Perpustakaan Bisa Gulung Tikar

Kepala Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY, Budi Wibowo menjadi pemateri dalam rapat pembinaan perpustakaan dan kearsipan desa di aula Kantor Perpustakaan dan Arsip (KPA) Kabupaten Kulonprogo, Senin (5/12/2016). (Harian Jogja - Rima Sekarani I.N.)
06 Desember 2016 17:55 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY menargetkan mampu mengunduh sejuta e-book tahun ini

 
Harianjogja.com, KULONPROGO-Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY menargetkan mampu mengunduh sejuta e-book tahun ini. Upaya itu diharapkan mendukung program pengembangan jaringan perpustakaan dan kearsipan berbasis teknologi informasi.

Hal itu diungkapkan Kepala BPAD DIY, Budi Wibowo, dalam rapat pembinaan perpustakaan dan kearsipan desa di aula Kantor Perpustakaan dan Arsip (KPA) Kabupaten Kulonprogo, Senin (5/12/2016).

Menurutnya, perpustakaan mesti menyesuaikan diri dengan era digital. Selain mengelola buku dan arsip dalam bentuk cetak, perpustakaan juga perlu melakukan digitalisasi koleksi dan menyediakan buku elektronik atau e-book. “Jadi kita harus lari ke digital library,” kata Budi.

Budi mengatakan, BPAD DIY sedang berusaha menghimpun e-book dari berbagai bidang ilmu pengetahuan. Setidaknya sudah ada 800.000 e-book yang diunduh. Jumlah tersebut diharapkan minimal bisa genap sejuta di akhir tahun ini.

Buku-buku elektronik itu kemudian dimasukkan ke dalam server internal BPAD DIY agar bisa diakses dengan mudah oleh pengunjung perpustakaan.

Kemajuan teknologi informasi tidak bisa diabaikan. Orang tua juga tidak mungkin melarang anak-anaknya menggunakan gadget dengan alasan menganggu konsentrasi belajar.

Menurut Budi, gadget dengan segala fasilitas canggihnya harus dimanfaatkan secara bijak. Bukan hanya menjadi media hiburan, melainkan juga sarana pembelajaran. Budi berharap para pelajar dapat membuka e-book melalui gadget masing-masing.

“Nantinya anak-anak sekolah tidak perlu bawa buku paket ke sekolah. Itu perlu dikembangkan juga,” ujar Budi.

Budi lalu memaparkan, BPAD DIY juga bakal meningkatkan perhatian terhadap pengembangan perpustakaan desa pada tahun 2017. Tim akan mendatangi 14 desa untuk menyalurkan bantuan sarana-prasana serta mengadakan kegiatan pelatihan, diskusi, atau bedah buku. Dia berharap keberadaan perpustaan desa dapat dimanfaatkan secara optimal.

Kepala KPA Kulonprogo, Harminto berpendapat, perpustakaan desa merupakan penggerak pembangunan daerah. Jika dikelola secara maksimal, perpustakaan bisa menjadi sarana untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik di bidang pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi.

Harminto berharap masyarakat tidak hanya memanfaatkan perpustakaan desa sebagai tempat membaca dan meminjam buku. Menurutnya, perpustakaan dapat difungsikan sebagai pusat belajar masyarakat.

Dia lalu menyontohkan aula KPA Kulonprogo yang hampir tidak pernah sepi karena diisi kegiatan pelatihan dan penyuluhan. “Kalau cuma jadi tempat pinjam buku, perpustakaan bisa gulung tikar,” ungkap Harminto.