Asbanda Dorong BPD Optimalkan SIPD-RI dan Siskeudes-Link
Asbanda dan Bank Papua menggelar Seminar Nasional di Aula Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Papua, Kamis (24/4/2025).
Ilustrasi antikorupsi (JIBI/Solopos/Antara/Dok)
Korupsi Bantul diduga terjadi pada program Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Komunal di Dusun Bergan, Desa Wijirejo
Harianjogja.com, JOGJA-Setelah melakukan pendalaman terhadap kasus dugaan korupsi program Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Komunal di Dusun Bergan, Desa Wijirejo, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantul resmi menetapkan sejumlah tersangka.
Kendati masih akan melakukan beberapa pemeriksaan lagi sebelum nantinya dilakukan pemberkasan, pihak Kejari Bantul masih menutup rapat identitas para tersangka kasus penyelewengan anggaran program senilai Rp350 juta dari pemerintah pusat di tahun 2013 silam itu.
Disampaikan Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Bantul Setiyono, penetapan tersangka itu dilakukannya setelah mendapatkan keterangan dari beberapa saksi, termasuk di antaranya saksi ahli dari kalangan akademisi dan inspektorat daerah (inspekda) Bantul.
“Iya, benar. Sudah ada penetapan tersangka. Tapi maaf, karena masih kami periksa lagi, kami tak bisa beberkan sekarang,” katanya saat dihubungi, Jumat (9/12/2016) malam.
Selain itu, alasan pihaknya masih menutup rapat identitas tersangka, juga didasari kekhawatiran terjadinya gejolak di lingkungan masyarakat Dusun Bergan.
Diakuinya, sejak dugaan kasus itu mencuat, ia mendengar kabar bahwa di wilayah dusun Bergan kini tak lagi kondusif. “Saya khawatir, kalau saya publikasikan sekarang, akan memperkeruh suasana di sana [Dusun Bergan],” katanya.
Sementara itu, salah satu warga Dusun Bergan yang enggan disebutkan namanya sempat mengabarkan bahwa jumlah tersangka yang telah ditetapkan oleh pihak Kejari Bantul adalah 3 orang.
Hanya saja, saat ditanya mengenai kejelasan tiga orang itu, warga tersebut mengaku tak mengetahuinya secara pasti. “Kalau siapa-siapanya, saya tidak tahu, Mas. Di lingkungan sini sudah beredar kabarnya. Ada tiga orang ditetapkan sebagai tersangka,” tegasnya.
Sebelumnya, Kepala Dusun Bergan Tulus Sunardi mengakui bahwa pasca merebaknya kabar mengenai kasus tersebut, suasana di Dusun Bergan memang tak lagi kondusif.
Diakuinya, kebanyakan masyarakat tak lagi mempercayai keberadaan Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) selaku operator program tersebut. “Masyarakat di Bergan kini sudah terpecah belah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asbanda dan Bank Papua menggelar Seminar Nasional di Aula Kantor Gubernur Papua, Jayapura, Papua, Kamis (24/4/2025).
Menlu Sugiono mendorong reformasi PBB dan Dewan Keamanan agar lebih relevan menghadapi konflik global dan tantangan dunia saat ini.
Istana menegaskan sapi kurban Presiden Prabowo berasal dari program Banpres untuk masyarakat dan bukan untuk kepentingan pribadi.
Polresta Pekalongan mengusut dugaan pencabulan enam santriwati di sebuah ponpes di Buaran dan mengamankan pengasuh pondok.
InJourney Airports memproyeksikan tiga juta penumpang pesawat melintas di 37 bandara selama libur Iduladha dan Hari Lahir Pancasila 2026.
Ledakan balon udara berpetasan di Blitar saat Iduladha menewaskan satu warga dan melukai dua anak di Desa Tambakan.