LIBURAN AKHIR TAHUN : Banyak Warga Begadang, Penggunaan Listrik Rumah Tangga Diprediksi Naik

JIBI/SOLOPOS/Agoes RudiantoPEMADAMAN LISTRIK-Pedagang beraktivitas di dalam Pasar Klewer, Solo, Selasa (6 - 3) memanfaatkan cahaya lampu darurat. Pemadaman listrik selama beberapa jam itu terkait perbaikan instalasi yang dilakukan PLN berupa peninggian tiang dan penarikan konduktor.
16 Desember 2016 16:55 WIB Bernadheta Dian Saraswati Jogja Share :

Liburan akhir tahun diperkirakan berdampak pada peningkatan penggunaan listrik

Harianjogja.com, JOGJA-PT PLN (Persero) sudah memastikan kondisi kelistrikan di area distribusi Jawa Tengah-DIY terpantau aman untuk masa libur Natal dan Tahun Baru mendatang. Diprediksi peningkatan penggunaan listrik terjadi untuk kalangan rumah tangga.

General Manager PLN Distribusi Jateng-DIY Dwi Kusnanto mengatakan, penggunaan listrik di kalangan rumah tangga cenderung naik meski masih dalam koridor normal. “Kenaikannya sekitar lima sampai 10 persen,” katanya di Kantor PLN Semarang, Rabu (14/12/2016).

Kenaikan penggunaan listrik rumah tangga selalu terjadi saat libur akhir tahun. Penggunaan terbesar terjadi mulai pukul 18.00-22.00 WIB. Saat liburan akhir tahun, penggunaan listrik rumah tangga naik karena banyak masyarakat yang begadang sampai dini hari.

Namun kondisi sebaliknya terjadi untuk kalangan industri. Saat liburan, penggunaan listrik untuk kalangan pabrik cenderung turun karena biasanya perusahaan meliburkan karyawannya sehingga tidak ada aktivitas produksi.

Hal ini juga terjadi untuk area Jogja, di mana penggunaan listrik kalangan rumah tangga naik saat libur akhir tahun sementara kalangan industri turun. Hal ini membuat pergerakan daya tidak bergerak secara signifikan.

“Hitungannya sama saja karena rumah tangga naik dan industrinya turun. Di Jogja, listrik untuk pelanggan industri lebih besar daripada rumah tangga,” kata Humas PLN Jogja, Paulus Kardiman. Jika dilihat komposisinya, penggunaan listrik untuk industri dengan rumah tangga sekitar 51:49.

Sementara itu, PLN memastikan pasokan listrik untuk akhir tahun cukup, bahkan mengalami surplus. Dwi mengatakan, beban puncak malam masih sekitar 870 MW sementara beban puncak siang sekitar 1.500 MW. “Artinya pasokan masih aman. Mudah-mudahan tidak ada fenomena alam yang mengganggu jaringan listrik,” katanya.