KREDIT USAHA RAKYAT : Banyak KUR di Kulonprogo Salah Sasaran

20 Desember 2016 16:55 WIB Sekar Langit Nariswari Kulonprogo Share :

Kredit usaha rakyat di Kulonprogo banyak yang salah sasaran

Harianjogja.com, KULONPROGO-Serapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kulonprogo dinyatakan masih cenderung rendah dibandingkan daerah lainnya. Selain itu, bantuan KUR juga seringkali masih salah sasaran dan diberikan kepada pengusaha skala besar.

Hal tersebut disampaikan oleh Niken Supriyanti, Kepala Sub Bagian Koperasi UKM dan Penanaman Modal Kanwil Dirjen Perbendaharaan Negara DIY pada Senin (19/12/2016).

Fakta tersebut disampaikan kepada audiens diskusi penguatan koperasi dan UMKM melalui KUR yang digelar di Setda Kulonprogo.

Menurutnya, masih ditemukan fakta di lapangan jika penerima KUR bukanlah pengusaha yang masuk dalam kategori UMKM. Padahal, sebagaimana yang diamanahkan Presiden Joko Widodo, kredit tersebut ditujukan untuk mengangkat pengusaha dengan skala kecil dan menengah.

Selain penyerapannya yang rendah, KUR yang telah dikucurkan juga masih belum merata. Niken menyebutkan ada temuan jika ternyata KUR diberikan kepada pengusaha yang memiliki showroom penjualan mobil.

Adapula temuan bahwa KUR ditawarkan kepada PNS. Lebih lanjut, sampai saat ini juga belum ada penyaluran KUR untuk TKI yang dilakukan di Kulonprogo.

Niken menerangkan jika sejauh ini telah dilakukan evaluasi akan implementasi KUR di Sleman dan Bantul. Mendatang, Kulonprogo dan Gunungkidul juga akan dilakukan evaluasi yang sama.

Dikatakan pula, KUR menjadi salah satu cara guna mengembangkan UMKM dan koperasi. Dalam jangka panjang, cara tersebut diprediksi mendukung kemandirian perekonomian nasional dan menyerap lebih banyak tenaga kerja.

Diakui jika menyasar UMKN yang tepat sebagai penerima KUR memang sulit dilakukan dengan keterbatasan SDM. Namun, diharapkan ada kerjasama dengan pemerintah daerah untuk merealisasikan KUR yang tepat sasaran. Pemerintah daerah juga diminta mampu melakukan seleksi koperasi yang bisa menyalurkan KUR.