NATAL & TAHUN BARU : 1 Januari Dipastikan Terjadi Penumpukan Penumpang

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) meninjau Terminal Tirtonadi seusai Peresmian Terminal Penumpang Tipe A Tirtonadi dan Fasilitas Integrasi Moda Transportasi Terminal Tirtonadi-Stasiun Solo Balapan di Terminal Tirtonadi, Solo, Selasa (27/12/2016). (Nicolaus Irawan/JIBI - Solopos)
28 Desember 2016 10:55 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Natal & Tahun Baru, Menhub imbau masyarakat tunda beli tiket

Harianjogja.com, JOGJA -- Menteri Perhubungan Budi Karya memastikan 1 Januari mendatang terjadi penumpukan penumpang di semua moda transportasi. Karena itu ia mengimbau bagi yang belum membeli tiket agar menunda sehari.

"Kita anjurkan yang belum beli tiket ke tanggal 2 Januari supaya tidak ada penumpukan penumpang," kata Budi disela-sela peninjauan Stasiun Tugu, Selasa (27/12/2016).

Ia menyebut, untuk penumpang pesawat saja pada 1 Januari dengan tujuan Bandara Soekarno Hatta mencapai 340.000an. Belum termasuk penumpang angkutan darat. Penumpukan penumpang di 1 Januari diakuinya karena yang merayakan liburan akhir tahun di berbagai tempat pada memilih langsung pulang, karena 2 Januari sudah masuk hari kerja.

Hal itu berbeda dengan liburan lebaran dimana arus mudik bisa terbagi dalam beberapa hari. Namun demikian, pihaknya sudah menyiapkan pengamanan menghadapi lonjakan penumpang liburan akhir tahun tersebut.

Budi bersama rombongan, kemarin, meninjau Bandara Adisumarmo Solo, kemudian ke Stasiun Solo Balapan, lalu ke Stasiun Tugu Jogja. Budi mengklaim angkutan liburan Natal dan Tahun Baru kli ini relatif bagus. Ia mengatakan tiga lokasi yang diprediksi bakal terjadi kemacetan parah ternyata tidak terjadi.

Ketiga lokasi tersebut adalah Pelabuhan Merak, Bandara Soekarno Hatta dan Tol Cipali, "Ketiganya reltif lancar, arus balik diperkirakan satu hari pada 1 Januari," ujar Mantan Direktur PT.Angkasa Pura II ini.

Sebelumnya Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan DIY, Harry Agus Triono mengatakan pihaknya telah menyiapkan ribuan armada untuk libur Natal dan Tahun Baru ini. Jumlah armada yang disiapkan itu tidak jauh berbeda dengan libur lebaran, beberapa waktu lalu.

Angkutan jalan raya bus dan taksi disiapkan 2.936 unit, angkutan kereta api sebanyak 57 unit kereta, dan angkutan udara total 78 penerbangan domestik dan internasional.

Manajer Humas PT.KAI Daerah Operasional 6, Eko Budiyanto, mengatakan untuk libur Natal puncak kepadatan penumpang terjadi pada Minggu (25/12) lalu dengan total penumpang mencapai 29.521 dalam sehari tersebut. Data itu terdiri dari 4.629 penumpang KA eksekutif, 2.929 orang penumpang KA bisnis dan 10.196 penumpang KA ekonomi.

"Jumlah penumpang menurun dibandingkan jumlah penumpang dengan tanggal yang sama pada 2015 yang mencapai 30.444 penumpang atau turun sekitar 3 persen," kata Eko. Ia menyatakan lonjakan penumpang akan terjadi lagi pada momen libur akhir tahun nanti.