Bus Sekolah Gunungkidul Kembali Normal, Ada Tambahan Rp270 Juta
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Kegiatan terjung payung yang diselenggarakan TNI AU Paskhas Adi Sutjipto di Lanud Gading, Playen beberapa waktu lalu. seiring dengan perkembangan sektor pariwisata, Pemkab Gunungkidul ingin memanfaatkan lanud untuk melayani penerbangan perintis. (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Lanud Gading, pembahasan dengan Menhub segera dilakukan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul benar-benar serius memanfaatkan Landasan Udara (Lanud) Gading, Desa Gading, Kecamatan Playen untuk penerbangan perintis. Dalam waktu dekat ini, Bupati Gunungkidul Badingah akan melakukan pertemuan dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi guna membahas kelanjutan rencana tersebut.
Baca Juga : http://www.solopos.com/2016/12/05/lanud-gading-harapan-besar-di-gunungkidul-774147">Lanud Gading, Harapan Besar di Gunungkidul
Pejabat Sekretaris Daerah Gunungkidul Supartono mengakui pihaknya sangat antusias dengan wacana pembukaan Lanud Gading untuk penerbangan perintis. Meski telah mulai melakukan persiapan di tingkat internal, pemkab masih menunggu keputusan pasti terkait dengan pemanfaatan itu.
Namun demikian, kata Supartono, pihaknya siap melakukan lobi dengan beberapa maskapai untuk mau membuka penerbangan ke Gunungkidul.
“Namun kesiapan dalam lobi ini sangat tergantung dengan disetujuinya program dari pusat,” kata Supartono, Rabu (28/12/2016).
Ditambahkannya, untuk mendukung rencana ini, pemkab siap melakukan perluasan dan perbaikan akses infrastruktur menuju ke lokasi bandara.
“Pada prinsipnya kami siap karena program ini banyak manfaatnya. Selain untuk mendukung kepariwisataan, keberadaan bandara juga bisa mendukung pengiriman hasil laut dari Gunungkidul ke luar daerah,” ungkapnya.
Rencana pemanfaatan Lanud Gadeng untuk melayani penerbangan umum sudah mulai dilakukan sejak beberapa bulan lalu. Bentuk nyata dari keinginan pemkab itu diwujudkan berkirim surat ke Pemerintah DIY tentang upaya pemanfaatan. Namun oleh Gubernur DIY Sri Sultan HB X, surat itu ditanggapi bahwa keputusan pemanfaatan masih harus menunggu kejelasan masalah aset. Sebab di lokasi tersebut masih ada tiga kepemilikan, yakni Kemenhub, Pemerintah DIY dan TNI AU.
“Intinya kita disuruh menunggu dulu,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Gunungkidul Syarief Armunanto, beberapa waktu lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bus sekolah Gunungkidul kembali melayani antar jemput sejak 7 September setelah Pemkab menyiapkan tambahan anggaran Rp270 juta.
Lembah Oya Kedungjati di Selopamioro, Bantul, membuka peluang kerja dan pendapatan bagi pemuda sekaligus menggerakkan ekonomi desa.
Geely dan NIO memperkuat bisnis baterai dan charging dengan investasi Rp1,7 triliun serta pengembangan teknologi battery swapping.
Survei Segara Research Institute menunjukkan 73,8 persen ojol bergabung sebagai pekerja gig karena tidak mendapatkan pekerjaan formal.
Dato' Sri Tahir menyebut penunjukannya sebagai anggota Wantimpres Prabowo merupakan suatu kehormatan dan menyerahkan agenda kepada Pratikno.
MA mengabulkan uji pendapat DPRD Gowa terkait usulan pemberhentian Bupati Sitti Husniah Talenrang pada 1 Oktober 2026.