PENATAAN MALIOBORO : Bunga Malioboro Gradasi Lima Warna

Bangku taman di Pedestrian Malioboro depan Gedung DPRD DIY menarik wisatawan untuk berswa foto di momen libur panjang Maulud Nabi, Senin (12/12/2016). (Holy Kartika N.S/JIBI - Harian Jogja)
30 Desember 2016 01:34 WIB Sunartono Jogja Share :

Penataan Malioboro dilakukan secara menyeluruh

Harianjogja.com, JOGJA -- Konsep penataan  tanaman hias di kawasan jalur pedestrian Malioboro bakal menjadi tantangan bagi pengelola sumbu filosofis tersebut. Menggunakan tanaman hias Asoka, sepanjang jalur pedestrian Malioboro akan selalu dihiasi bunga dengan gradasi lima warna.

Hingga akhir 2016 ini penataan jalur pedestrian Malioboro tahap satu telah didukung dengan tanaman hias. Posisi tanaman itu berada di bibir jalan dengan konsep menggunakan pot yang bisa diganti setiap saat. Tanaman hias Asoka telah tertanam dengan sistem portabel atau bisa diganti dengan dikelilingi dengan batu granit.

Desainer Jalur Pedestrian Malioboro Ardhyasa Fabrian Gusma mengatakan, konsep tanaman dengan berbagai warna seperti direncanakan di jalur pedestrian Malioboro akan menjadi tantangan tersendiri oleh pihak pengelola kawasan maupun dinas terkait. Sesuai perencanaan penggunaan tanaman hias Asoka karena memiliki bunga yang berwarna-warni.

“Di beberapa negara maju bunga warna-warni menjadi penanda wilayah di ring-ring satu,” terangnya, Kamis (29/12/2016).

Ia menambahkan, sejumlah warna bunga yang dipilih untuk kawasan Malioboro merupakan gradasi lima warna seperti putih, kuning, merah, orange dan hijau. Sehingga Asoka ditanam berjajar dengan warna tersebut. Seperti, kata dia, dari depan Gedung DPRD DIY ke selatan menggunakan warna kuning, kemudian di kawasan pecinan warna bunga berganti merah.

“Kami memberikan lima warna yang akan menjadi tanda di Malioboro, itu adalah adanya gradasi warna semakin ke arah Kraton [selatan] semakin hijau jadi di kawasan pecinan itu nanti bunganya merah,” ungkap dia.