KAMPUS JOGJA : Budaya Mutu Jadi Dasar Peningkatan Proses Pendidikan

05 April 2017 08:20 WIB Jogja Share :

Kampus Jogja tengah dinilai untuk mendapatkan akreditasi.

Harianjogja.com, JOGJA - Sebanyak enam assesor dari lembaga ASEAN University Network on Higher Education for Quality Assurance (AUN-QA) memberikan penilaian dua program studi (prodi) di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka), Selasa-Kamis (4-6/4/2017). Dua prodi di UIN Suka yang akan mendapatkan penilaian dari AUN QA adalah Pendidikan Kimia dan Pendidikan Agama Islam.

Baca Juga : http://www.harianjogja.com/?p=807290">KAMPUS JOGJA : 2 Prodi Dinilai AUN-QA, UIN Suka Targetkan 2042 Tembus Kampus Kelas Dunia

Terkait upaya ini, Rektor UIN Suka Yudian Wahyudi menargetkan dalam waktu 25 tahun ke depan UIN Suka menembus level kampus kelas dunia atau WCU.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga Sutrisno menambahkan budaya mutu harus tetap dilestarikan dalam setiap aspek kehidupan di kampus. Dengan begitu budaya tersebut dapat berpengaruh terhadap perubahan dan peningkatan proses pendidikan di perguruan tinggi.

"Variabel mutu harus dilaksanakan sinkron, linier dan konsekuen," jelas Sutrisno, Selasa (4/4/2017)

Dia melanjutkan, terhitung sejak 2016 lalu UIN Suka secara resmi menjadi anggota asosiasi dari AUN-QA. Keikutsertaan UIN Suka dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi di tingkat ASEAN diawali dengan menggelar focus group discussion (FGD) tentang pemahaman kriteria dan pengisian dokumen pendukung AUN, mengikuti training AUN-QA dan penyusunan self assesment report (SAR).

Lebih lanjut Sutrisno menjelaskan, sertifikasi AUN-QA tidak seperti kegiatan world class rangking yang lebih mengutamakan output saja. Justru penilaian AUN-QA ini merupakan kegiatan jangka panjang yang betul-betul harus menyentuh kualitas dari setiap prodi hingga ke pengelola setiap fakultas dan universitas.  Maka dari itu penilaian AUN-QA harus menyeluruh dan bersifat komprehensif.