UJIAN NASIONAL 2017 : Pantau Ujian, Sekolah Pasang CCTV

Kepala Disdikpora DIY Kadarmanta Baskara Aji saat memantau permasalahan UNBK tingkat SMK lewat monitor di ruang kerja tim Help Desk, Senin (10/4/2017). (Arif Wahyudi/JIBI - Harian Jogja)
13 April 2017 12:20 WIB Rheisnayu Cyntara Bantul Share :

Ujian Nasional 2017 di Bantul dipantau menggunakan CCTV

 

Harianjogja.com, BANTUL--SMAN 1 memasang kamera CCTV di ruang kelas untuk memantau jalannya Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Pemasangan CCTV ini bertujuan untuk memberikan kemudahan kepada siapa saja yang ingin memantau UNBK. Pantauan dapat dilakukan dengan melihat layar CCTV, tanpa harus masuk ke laboratorium komputer tempat pelaksanaan UNBK.

Menurut Kepala Sekolah SMAN 1 Bantul, Titi Pratiwi hal tersebut dikarenakan pada pelaksanaan UNBK kali tidak ada seorang pun yang diperbolehkan masuk ke dalam ruang ujian kecuali satu pengawas, satu proktor, dan satu teknisi.

"Pada waktu pantauan UNBK kemarin oleh Bupati, kami perlihatkan pelaksanaan UNBK melalui layar CCTV," kata dia pada Rabu (12/4/2017).

Di hari ketiga ini, pelaksanaan UNBK di SMAN 1 Piyungan juga berjalan lancar. Kepala SMAN 1 Piyungan, Muhammad Fauzan Adzim menuturkan sebelum pelaksanaan UNBK, pihaknya berjuang untuk mencukupi kebutuhan komputer sekolah karena baru memiliki satu laboratorium dengan 35 unit komputer.

"Sebelum UNBK kami berusaha mencari sponsor kemana-mana alhamdulillah berhasil memenuhi, sekarang ada 50 komputer," ujar dia.

Diakui Fauzan, dengan jumlah siswa 145 orang, SMAN 1 Piyungan harusnya memiliki 2 laboratorium komputer. Namun ia mengaku tidak tega melihat jika siswanya harus mengukuti ujian di sekolah lain.

"Kami khawatir dampak psikologis siswa. Siswa bisa stress dan rentan dapat nilai anjlok kalau sampai ujian di sekolah lain atau bahkan menggabung," kata dia.

Sedangkan Kepala Balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Bantul Dikpora DIY, Suhirman mengatakan satu siswa dari SMA Stella Duce Bantul, Valencia Ovi Setyaningtyas, ABK low vision sebelumnya menjalani UNBK dengan pembesaran font hingga font 20, namun tetap tidak dapat membaca.

Akhirnya pelaksanaan UNBK siswa ini dibantu dengan cara soal ujian dibacakan oleh pengawas. "Siswa ini juga sudah menggunakan kaca pembesar tetapi tetap tidak bisa membaca," ucap dia.