PASAR TRADISIONAL BANTUL : Respon Serius, Dewan Segera Lakukan Sidak di Angkruksari

Lubang menganga di salah satu sudut jalan dalam kompleks Pasar Angkruksari, Desa Donotirto, Kretek. Foto diambil, Rabu (5/4/2017). (Arief Junianto/JIBI - Harian Jogja)
16 April 2017 16:20 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Pasar tradisional Bantul, keluhan pedagang ditanggapi serius DPRD

Harianjogja.com, BANTUL -- Komisi C DPRD Bantul menanggapi serius persoalan kerusakan infrastruktur Pasar Angkruksari di Desa Donotirto, Kretek. Dalam waktu dekat, komisi yang membidangi infrastruktur dan bangunan milik Pemkab Bantul itu akan melakukan inspeksi ke pasar yang bernilai kontrak Rp12,3 miliar tersebut.

Hal itu disampaikan sendiri oleh Ketua Komisi C DPRD Bantul Wildan Nafis. Saat dikonfirmasi Harianjogja.com, Jumat (14/4/2017), dirinya yang semula bungkam, kali ini bersuara.

Menurut politisi Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) itu, inspeksi adalah satu-satunya cara untuk memastikan seberapa parah kerusakan di pasar yang dibangun di lahan seluas 2,35 hektar tersebut. Meski begitu, pihaknya secara serius meminta pihak PT Citra Prasasti Konsorindo selaku penggarap, untuk melakukan perbaikan. “Karena masa pemeliharaan kan masih sampai 20 Juni mendatang,” katanya.

Berdasar hasil komunikasinya dengan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUKP) Bantul, pihaknya memang mendapatkan laporan adanya beberapa titik kerusakan. Namun titik-titik itu diakuinya sudah diperbaiki oleh pihak pelaksana proyek.

Hanya saja, ia menyayangkan lambannya perbaikan tersebut. Pasalnya, untuk melakukan perbaikan di pasar seluas itu, pihak pelaksana proyek hanya menempatkan beberapa personel saja. “Seharusnya, kalau memang mau memperbaiki, ya ditambah saja personelnya,” tegas Wildan lagi.

Terpisah, pihak Aliansi Masyarakat Peduli Bantul (AMPB) yang beberapa hari lalu menduga adanya indikasi penyelewengan uang negara dalam persoalan Pasar Angkruksari itu, hingga kini masih berkukuh. Humas AMPB Suginu bahkan meminta pihak DPRD Bantul segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) Pasar Angkruksari. “Ini penting demi kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah dalam membangun infrastruktur,” katanya.

Tak hanya itu, pihaknya pun mengancam akan membawa persoalan ini akan ke pihak berwenang. Hal itu akan dilakukannya jika tak ada tindakan konkret dari pemerintah. “Masalahnya, mengacu pada jejak rekam pelaksana proyeknya saja, sudah bermasalah di awal pembangunan,” katanya.

Seperti diberitakan, dengan nilai kontrak yang mencapai Rp12,3 miliar, Pasar Angkruksari memang menjadi sorotan banyak pihak. Terlebih setelah ditemukannya sejumlah titik kerusakan di beberapa bagian bangunannya. Mulai dari akses jalan yang bergelombang, lantai keramik yang pecah-pecah, hingga dinding yang mengelupas.