UJIAN NASIONAL 2017 : Di Bantul, 15 Sekolah Alami Kendala Teknis

Aktivitas UNBK di SMPN 1 Grogol, Selasa (2/5/2017). (Trianto Hery Suryono/JIBI - Solopos)
08 Mei 2017 19:55 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bantul meninggalkan sejumlah catatan negatif

Harianjogja.com, BANTUL--Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bantul meninggalkan sejumlah catatan negatif.

Dari pantauan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul, tercatat ada 15 sekolah yang mengalami kendala teknis. Akibatnya, pelaksanaan ujian pun mundur hingga 1-2 jam.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Disdikpora Bantul Totok Sudarto. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukanya, tercatat memang ada 14 sekolah yang mengalami kendala.

Dari 14 sekolah itu, ada 12 sekolah yang mengalami kendala teknis, mulai dari persoalan listrik, hingga matinya server. Sedangkan dua sekolah lainnya, masing-masing mengaku terganggu oleh sound system kecamatan yang tengah menggelar acara, dan satu sekolah lainnya melaporkan adanya insiden pembacokan yang dialami salah salah satu siswanya sepulang mengikuti ujian.

“Tapi semua bisa diatasi. Termasuk siswa yang kena bacok itu. Besoknya sudah bisa ikut ujian lagi,” katanya.

Seperti diberitakan, sebanyak 112 SMP di Bantul pekan lalu memang menyelenggarakan UNBK. Dari 112 sekolah itu, sebanyak 49 sekolah di antaranya harus menumpang di sekolah lain akibat minimnya sarana penunjang berupa komputer.

“Meski waktunya sempat mundur, tapi tak begitu mengganggu jalannya ujian kok,” cetus Totok.

Terpisah, Ketua panitia UNBK SMP 1 Banguntapan Solikun sempat membenarkan adanya kabar server yang offline tersebut. Namun ia bersyukur kendala tersebut tidak terjadi di sekolahnya.

Menurutnya, SMP 1 Banguntapan sudah mengantisipasi semua permasalahan dengan menyediakan genset, server cadangan, dan meningkatkan kapasitas jaringan internet menjadi 20 mbps.