Gelombang Tinggi Pantai Selatan, Warga Pesisir Diminta Adaptasi

13 Mei 2017 05:20 WIB Arief Junianto Bantul Share :

Peristiwa gelombang tinggi seharusnya bisa membuat masyarakat sekitar pesisir beradaptasi

 
Harianjogja.com, BANTUL- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto menyatakan peristiwa gelombang tinggi seharusnya bisa membuat masyarakat sekitar pesisir beradaptasi.

Warga seharusnya sudah bisa mengantisipasi terhadap kemungkinan terjadinya bencana tersebut. “Karena memang mereka tinggal di wilayah rawan bencana,” katanya, Jumat (12/5/2017).

Terlebih, dalam 2-3 tahun terakhir, garis pantai di sepanjang pesisir selatan Bantul memang mengalami perubahan posisi. Dari hasil pengamatan BPBD Bantul, garis pantai itu diakuinya semakin menjorok ke utara.

Namun saat disinggung terkait relokasi bangunan, Dwi enggan berkomentar. Untuk melakukan relokasi, ia mengaku harus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. “Karena wilayah pesisir itu kan sekarang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi DIY,” ucapnya.

Itulah sebabnya, ia pun menawarkan solusi pembangunan bangunan ramah bencana. Untuk wilayah pesisir dengan tingginya potensi abrasi akibat gelombang tinggi, rumah panggung menurutnya adalah yang paling sesuai.

“Setidaknya bangunan di pesisir itu memiliki tinggi [panggung] 2 meter dan menggunakan konstruksi kayu,” ucapnya, Jumat (12/5/2017).

Ke depannya, ia akan mulai mendesain prototype bangunan itu di beberapa titik rawan. Hanya saja, lantaran anggarannya cukup besar, perencanaan itu kemungkinan bisa direalisasikannya tahun depan. “Karena penataan kawasan itu akan melibatkan banyak pihak,” ucapnya.

Adapun terkait titik rawan itu sendiri, Dwi menerangkan, potensi dampak gelombang tinggi terbesar memang terjadi di sepanjang pantai selatan Bantul, terutama dari Pantai Depok ke arah barat. Indikator titik rawan itu dilihatnya dari faktor geografis dan sosiologis.

“Secara geografis, semakin ke barat, pantai memang semakin landai. Begitu juga dengan sosiologis, kawasan barat Pantai Depok lebih padat,” ucapnya.