50 Sekolah di DIY Jadi Pilot Project e-Rapor

Ilustrasi (Kusnul Isti Qomah/JIBI - Harian Jogja)
17 Mei 2017 13:20 WIB Sekar Langit Nariswari Sleman Share :

Sebanyak 50 sekolah di seluruh DIY akan menjadi pilot project penggunaan aplikasi e-rapor

 
Harianjogja.com, SLEMAN - Sebanyak 50 sekolah di seluruh DIY akan menjadi pilot project penggunaan aplikasi e-rapor bagi pelaporan hasil belajar siswa. Ditargetkan semua sekolah di DIY akan bisa menerapkan sistem ini pada tahun 2018 mendatang.

Ruben Hattari, Coorporate Affair Director Microsoft Indonesia mengatakan penggunaan e-rapor akan menjadi realisasi dari Jogja Cyber Province. Aplikasi ini sendiri akan diberikan kepada guru-guru untuk memangkas waktu yang selama ini diluangkan untuk mengisi rapor siswa setiap akhir semester.

“Guru biasanya menghabiskan waktu berminggu-minggu hanya untuk isi rapor, kita coba realisasikan pendidikan Abad 21 lewat aplikasi sederhana ini,” jelasnya, Selasa(16/5/2017).

Aplikasi ini akan diberikan kepada sekolah terpilih sehingga kemudian orang tua yang berada di luar daerah bisa mengakses laporan ini secara langsung. Ruben menjelaskan jika laporan belajar siswa yang telah diinput kemudian bisa dikirim via email dan juga dicetak. Ia meyakinkan pihaknya juga telah menyiapkan aspek keamanan data diri penggunannya juga dalam aplikasi ini.

Terkait keterbatasan koneksi internet, ia menjabarkan jika input data tidak selalu menuntut aplikasi tersebut terkoneksi. “Bisa diinput dulu, setelah dapat koneksi baru di-upload,” urainya.

Diharapkan guru akan termudahkan sehingga waktunya bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan bukan hanya dibebani persoalan administrasi.

Rony Primanto, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika DIY embrio program ini akan dilaksanakan oleh sejumlah sekolah dari semua kabupaten dan kota di DIY. Sejumlah sekolah pilot project ini dipilih dari berbagai jenjang mulai dari SD hingga SMA. Hasil belajar siswa yang akan dilaporkan juga beragam mulai dari ulangan harian, tugas, hingga ujian akhir semester.

Sekolah yang menjadi peserta merupakan yang mengajukan diri setelah melihat paparan yang dilakukan pihaknya. Diskominfo juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda Olahraga DIY untuk merealisasikan target 2018 mendatang.

Dijelaskan jika penggunaan aplikasi ini tidak serta merta menghilangkan pengunaan rapor konvensional. Baik e-rapor maupun rapor konvensional ditegaskan akan berjalan berdampingan.

Menurutnya, aplikasi ini dikembangkan memanfaatkan potensi SDM yang sangat banyak dan menjadi unggulan dari Jogja. “Itulah yang dikembangkan, industrik kreatif berbasis digital,” kata dia.

Ia menyebutkan ada 300 sekolah yang diharapkan bisa memanfaatkan aplikasi ini pada tahun mendatang. Dikatakan pula jika sebenarnya ketersediaan koneksi internet di Jogja sudah relatif banyak dan bukan halangan penggunaan aplikasi ini.

Daerah tanpa koneksi internet dinilai sangat sedikit di Jogja termasuk di Gunungkidul dan Kulonprogo. Meski demikian, Rony mengakui ada sejumlah daerah pegunungan di kedua kabupaten tersebut yang masih sulit akses internet namun memang penduduknya relatif terbatas.