20 Warga Kulonprogo Diberi Beasiswa Sekolah Kedirgantaraan

Ratusan peserta mengikuti seleksi calon mahasiswa STKKD Jogja penerima program beasiswa Pemkab Kulonprogo di SMK Negeri 2 Pengasih, Kulonprogo, Kamis (18/5/2017). (Rima Sekarani I.N./JIBI - Harian Jogja)
19 Mei 2017 16:55 WIB Rima Sekarani Kulonprogo Share :

Pemkab Kulonprogo memberikan beasiswa kepada 20 orang untuk melanjutkan studi di Sekolah Tinggi Teknik Kedirgantaraan (STTKD) Jogja

Harianjogja.com, KULONPROGO - Pemkab Kulonprogo memberikan beasiswa kepada 20 orang untuk melanjutkan studi di Sekolah Tinggi Teknik Kedirgantaraan (STTKD) Jogja. Mereka dipersiapkan menjadi tenaga kerja yang berkompeten untuk ditempatkan di bandara.

Kepala Bidang Pengembangan dan Penempatan Tenaga Kerja Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kulonprogo, Susilo mengatakan, kerja sama dengan STTKD Jogja dijalin sejak 2016 lalu. Kampus tersebut sepakat memfasilitasi generasi muda Kulonprogo agar memenuhi kualifikasi untuk bekerja di bandara berstandar internasional.

“Tindak lanjutnya, pemerintah memberikan beasiswa atau menguliahkan 20 orang di sana,” ungkap Susilo di sela seleksi calon mahasiswa STKKD Jogja di SMK Negeri 2 Pengasih, Kulonprogo, Kamis (18/5/2017).

Susilo menguraikan, beasiswa yang diterima setiap orang mencapai total Rp34 juta. Dana tersebut bakal menutupi seluruh biaya pendidikan sampai lulus, mulai dari pembayaran uang semester, asrama, praktik kerja, hingga wisuda. Namun beasiswa tersebut khusus diberikan untuk program studi Ground Handling selama satu tahun.

Ground Handling merupakan program studi jenjang D1 mengenai ilmu dan keterampilan dalam mempersiapkan keberangkatan dan kedatangan pesawat terbang. Lulusannya juga akan memiliki kecakapan pada pelayanan keberangkatan dan kedatangan penumpang, bagasi, serta kargo.

Susilo membenarkan jika program beasiswa STTKD merupakan bagian dari upaya menyambut New Yogyakarta International Airport (NYIA). Namun, mereka belum tentu berkarir di Kulonprogo setelah lulus nanti.

“STTKD bekerja sama dengan beberapa maskapai. Sebanyak 80 persen lulusannya terserap sebagai tenaga kerja di maskapai tersebut, sedangkan 20 persen lainnya bekerja di perusahaan bidang kedirgantaraan lain atau menjadi wirausaha,” ujar Susilo menerangkan.

Susilo lalu mengungkapkan, sebanyak 182 lulusan SMA/SMK di Kulonprogo tercatat mendaftarkan diri pada program beasiswa STTKD. Meski begitu, hanya 110 orang yang mengikuti seleksi tahap awal.

“Pendaftaran dibuka sejak Februari. Selama tiga bulan belakangan, ternyata ada yang sudah dapat pekerjaan atau bikin usaha,” kata Susilo.

Seleksi tahap awal dibagi menjadi dua sesi. Peserta mengerjakan soal tes potensi akademik pada sesi pertama dan lanjut menggarap psikotes setelah waktu istirahat. Salah satu peserta, Ika Damayanti mengaku tidak kesulitan saat mengerjakan soal. Dia berharap bisa lolos seleksi dan menerima beasiswa.

“Harapannya tenaga kerja di bandara baru itu banyak dari warga Kulonprogo, terutama yang terdampak bandara seperti saya,” kata warga Desa Palihan Temon itu.