HARI JADI GUNUNGKIDUL : Mendengar Harapan Warga untuk Bumi Handayani

Bupati Gunungkidul Badingah (kiri nomor tiga) bersama-sama dengan jajaran Forkompida saat melepaskan burung merpati sebagai penanda dibukanya Expo Guunungkidul 2017 di Alun-Alun Kota Wonosari. (David Kurniawan/JIBI - Harian Jogja)
28 Mei 2017 08:21 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-186 memberikan harapan tinggi bagi masyarakat

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL – Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-186 memberikan harapan tinggi bagi masyarakat. Berbagai harapan pun digantungkan, salah satunya keinginan pembangunan yang dilakukan lebih merata.

Salah seorang warga Candirejo, Semin Sunardi memiliki harapan agar kawasan perbatasan lebih diperhatikan. Menurut dia, bagi warga perbatasan banyak tergantung dari daerah luar Gunungkidul. Hal ini terlihat dari berbagai kebutuhan pokok yang banyak didapatkan dari wilayah Klaten atau Sukoharjo, Jawa Tengah.

Selain itu, kata dia, hal paling penting adalah keberadaan fasilitas kesehatan yang representatif. Menurut dia, kondisi ini hampir sama dengan kebutuhan pokok. Sebab banyak warga yang memeriksakan diri ke rumah sakit yang ada di luar daerah. “Untuk itu, kami meminta adanya pemerataan,” kata Sunardi, Jumat (26/5/2017).

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh pemilik jasa wisata Nritip, Aditya Putra Tama. Di hari jadi ini, ia menyoroti pengembangan pariwisata di Gunungkidul. Menurut dia, meski telah berkembang pesat, namun untuk pengembangan sektor kepariwisataan masih ada ketimpangan. Hal itu terlihat adanya perbedaan yang timpang antara di wilayah selatan dengan utara.

Adit berpendapat, ketimpangan tersebut harus dikurangi sehingga keberadaan pariwisata dapat merata di seluruh wilayah. “Jadi upaya menciptakan kesejahteraan masyarakat lebih merata. Apalagi dalam programnya, pemkab menjadikan pariwisata sebagai senjata utama,” katanya.

Dia mengungkapkan, untuk potensi wisata di Gunungkidul masih sangat melimpah. Namun untuk sekarang, masih banyak obyek yang belum tersentuh sehingga dalam upaya pengambangan masyarakat masih kebingungan.

“Saya sudah banyak keliling desa di Gunungkidul dan ada lokasi yang bisa menjadi destinasi. Namun, meski warga sudah memiliki semangat untuk pengembangan, tapi mereka masih bingung untuk melangkah,” ujarnya.

Adit pun berharap kepada Dinas Pariwisata untuk lebih berpera aktif, terutama dalam rangka pembinaan terhadap pengembangan destinasi wisata baru. “Ini harus dilakukan, apalagi masyarakat sudah memiliki semangat dalam rangka pengembangan itu. Saya yakin, dengan pendampingan yang rutin maka akan muncul destinasi-destinasi unggulan baru,” katanya lagi.