Advertisement
Langganan Kena Banjir, SD Cimpon Bakal Direhabilitasi
Advertisement
Bertahun-tahun jadi langganan banjir saat musim hujan tiba, SD Cimpon akhirnya bakal direhab
Harianjogja.com, BANTUL--Bertahun-tahun jadi langganan banjir saat musim hujan tiba, SD Cimpon akhirnya bakal direhab. Pemkab memastikan bakal merehab sekolah yang terletak di Desa Tirtosari, Kretek pada tahun ini melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK).
Advertisement
Kepastian rehab ini disampaikan oleh Kepala Ombudsman RI Perwakilan DIY, Budhi Masthuri dalam suratnya tertanggal 4 September yang ditujukan kepada sejumlah pihak. Lembaga pengawas pelayanan publik ini intens melakukan investigasi atas lambannya proses rehab bangunan SD Cimpon.
Padahal, sekolah yang berdiri sejak 1977 ini rutin kebanjiran saat musim hujan. Terakhir pada akhir tahun lalu, siswa kelas V dan VI terpaksa mengerjakan ujian akhir sekolah di ruang perpustakaan. Lantaran ruang kelas yang ada terendam air setinggi 60 centimeter.
Dari hasil penelusuran Ombudsman, Pemkab semula bakal mengucurkan anggaran rehab pada 2018. Namun dalam surat keputusan Bupati tertanggal 12 Juni lalu, tertulis bahwa SD Cimpon termasuk salah satu penerima dana alokasi khusus (DAK). Dalam surat keputusan juga terungkap ruang kelas mulai kelas I hingga VI bakal diperbaiki.
“Pada 12 Agustus Disdikpora telah melakukan survei,” ucap Budhi pada Kamis (21/9/2017).
Dihubungi terpisah, Kepala Sekolah SD Cimpon Sri Rahayu membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, bangunan ruang kelas I hingga kelas VI bakal ditinggikan. Awal tahun lalu, rencana Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Bantul untuk merelokasi sekolah memang ditolak oleh pihak sekolah maupun orang tua siswa.
Pasalnya mereka enggan pindah dan tetap bersikeras Pemkab cukup cukup merehabilitasi bangunan dengan meninggikan fondasi gedung sekolah sekitar satu meter.
Kala itu Pemkab cukup keberatan. Sebab upaya peninggian fondasi memakan anggaran cukup besar. Sementara anggaran rehab sekolah yang bersumber dari DAK 2017 terbatas, hanya sekitar Rp1,2 miliar saja.
Padahal jumlah sekolah yang perlu mendapatkan suntikan bantuan rehab tidak sedikit. “Sekarang SK DAK-nya sudah turun,” ucap Sri saat dikonfirmasi.
Sebagaimana diketahui, banjir sering terjadi karena lokasi SD Cimpon berdekatan dengan saluran irigasi. Setiap hujan deras saluran irigasi tersebut kerap meluap hingga membanjiri sekolah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Koalisi 30 Negara Bahas Pembukaan Serat Hormuz di Tengah Konflik
Advertisement
Mekar Hanya Beberapa Hari, Bunga Bangkai di Palupuh Diserbu Turis
Advertisement
Berita Populer
- Belanja Pegawai di Bawah 30 Persen, Sleman Pastikan Aman dari PHK
- Jadwal KRL Jogja Solo Hari Ini, Rabu 8 April 2026 Naik dari Tugu
- DPRD Kulonprogo Dorong Audit Total PT SAK oleh BPKP
- Cuaca Tak Menentu di Jogja, Warga Diminta Waspada Pohon Tumbang
- Jadwal KRL Solo Jogja Hari Ini, Berangkat dari Stasiun Palur, 8 April
Advertisement
Advertisement



