Advertisement
Sudah Hujan, Bantuan Air Bersih di Gunungkidul Resmi Dihentikan
Advertisement
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul resmi menghentikan program bantuan bersih ke masyarakat
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul resmi menghentikan program bantuan bersih ke masyarakat.
Advertisement
Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul Sutaryono mengatakan, mulai Kamis (19/10/2017), program bantuan air bersih dilakukan resmi dihentikan. Penghentian tidak lepas adanya pergatian musim dari kemarau ke musim hujan.
Kondisi ini ditandai dengan turunnya hujan yang merata di seluruh wilayah. Sebagai dampaknya, bak-bak penampungan yang dimiliki warga tinggal di daerah rawan kekeringan mulai terisi sehingga kebutuhan air dengan sendirinya.
“Sudah kami hentikan. Sebelum kebijakan ini dilakukan, kami sudah memonitor ke daerah-dearah rawan dan hasilnya warga sudah tidak lagi membutuhkan bantuan,” kata Sutaryono kepada wartawan, Kamis (19/10/2017).
Lebih jauh dikatakan Sutaryono, meski dropping telah dihentikan, namun BPBD masih membuka kesempatan bagi daerah yang merasa kekurangan untuk mengajukan permohonan bantuan. Hanya saja, lanjut dia, permohonan harus dilakukan secara resmi oleh pemerintah desa setempat.
Terpisah, Camat Tanjungsari Rakhmadian Wijayanto mengakui ada sebagiaan wilayahnya yang mengalami krisis air saat musim kemarau sehingga rutin mendapatkan bantuan.
Namun memasuki musim hujan, upaya permintaan telah berkurang karena kebutuhan air dapat tercukupi melalui hujan.
“Hampir setiap hari ada hujan dan berdampak terhadap terisinya bak-bak penampungan air milik warga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
10 Destinasi Terfavorit di Sleman Selama Libur Nataru, Ini Daftarnya
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement




