Pemkab Gunungkidul Bangun 90 Kios Rp783 Juta untuk Perluasan Taman Kuliner Wonosari
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Objek wisata Klayar kini tengah dikembangkan di Gunungkidul.
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL--Pemerintah Desa Kedungpoh, Nglipar sejak akhir 2017 lalu mengembangkan objek wisata Klayar. Di objek ini tidak hanya menawarkan keindahan alam, tapi juga memiliki kekayaan situs budaya dari masa lalu.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Klayar, Tejo Suprapto mengatakan objek wisata Klayar masih dalam tahap pengembangan. Oleh karenanya, wisatawan yang berkunjung masih berasal dari warga lokal Gunungkidul.
“Ini masih baru. Jadi maklum kalau belum seterkenal objek wisata lain seperti Pindul atau Embung Batara Sriten di Pilangrejo,” kata Tejo kepada Harianjogja.com, Jumat (17/2/2018).
Menurut dia, di Klayar memiliki beberapa potensi wisata yang dikembangkan, mulai dari danau buatan sepanjang 300 meter, bumi perkemahan hingga keberadaan situs purbakala yang ada di wilayah tersebut. Namun demikian, lanjut Tejo, dari sejumlah potensi yang dimiliki, baru danau buatan yang sudah berjalan dengan baik.
Keberadaan danau buatan yang berasal dari mata air yang dibendung ini terdapat beberapa wahana yang bisa dinikmati oleh pengunjung seperti becak air, perahu hingga tepat foto-foto yang asyik. Sementara itu, kata Tejo, untuk situs purbakala masih butuh kajian dan penelitian yang mendalam. “Ini masih sebatas rintisan, tapi ke depan kami akan memadukan antara wisata alam dengan situs budaya yang ada,” ujarnya.
Menurut Tejo, situs budaya yang dimiliki tidak hanya berasal dari zaman bersejarah seperti bangunan candi yang diprediksi lebih tua dari kerajaan Majapahit. Selain itu, sambung dia, di Klayar juga menyimpan peninggalam masa prasejarah berupa dari zaman megalitikum seperti peti kubur batu hingga menhir. “BPCB [Balai Pelestarian Cagar Budaya] sedang melakukan penelitian. Oleh karenanya ada beberapa artefak yang dibawa ke kantor BPCB untuk diteliti lebih lanjut,” katanya.
Lebih jauh diungkapkan Tejo, dari sisi lokasi wisata Klayar memiliki lokasi yang strategis karena berada di tengah-tengah jalur menuju Pindul dan Embung Batara Striten. Dengan posisi itu, ia menyakini keberadaannya dapat berkembang dengan baik, terlebih lagi hingga sekarang sarana prasarana yang ada sudah mulai diperbaiki.
“Wisata ini bisa menjadi alternatif di tengah-tengah padatnya kunjungan wisatawan ke Gunungkidul,” ujarnya.
Terpisah, salah seorang warga Kedungpoh Marno mengaku senang dengan pengembangan obyek wisata di Dusun Klatar. Ia pun berharap, keberadaan obyek ini dapat memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. “Memang obyek itu masih baru. Namun saya yakin dengan segala potensi yang dimiliki maka Klayar dapat semakin dikenal,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Taman Kuliner Wonosari diperluas dengan pembangunan 90 kios senilai Rp783,084 juta yang ditargetkan rampung awal Desember 2026.
Radinka Wiratama, 16 tahun, menjadi atlet termuda esports Indonesia di Asian Games 2026 setelah meniti karier profesional sejak usia 15 tahun.
BGN DIY menegur pegawai SPPG Muntuk, Dlingo, Bantul, terkait video viral yang diduga mengolok-olok korban keracunan MBG di Karo.
Tiffany Young menutup konser Jakarta dengan Into the New World, lagu debut Girls' Generation yang dirilis pada 2007.
Khayla Labiba Nasjmi mencetak 11 gol di MLSC Yogyakarta 2026. Pemain SDN Baturetno itu bermimpi mengikuti jejak pesepak bola putri ke Timnas.
Pemkot Jogja mengevaluasi penerapan KTR di 115 lokasi. Sejumlah tempat masih ditemukan belum memenuhi indikator Perda No.2/2017.