Hipertensi Jadi Kasus Paling Disoroti di Lendah

16 Februari 2018 21:20 WIB Uli Febriarni Kulonprogo Share :

Hipertensi selalu menempati jajaran 10 besar penyakit terbanyak diidap warga Lendah

Harianjogja.com, KULONPROGO-Hipertensi atau penyakit darah tinggi menjadi salah satu penyakit yang paling disoroti di Kabupaten Kulonprogo, salah satunya di Kecamatan Lendah.

Tercatat, penyakit tersebut telah diderita 1.996 orang warga, terhitung pada 2017. Petugas Puskesmas Lendah I Lucia Pingki menjelaskan, sebagai salah satu jenis penyakit tidak menular, penyakit hipertensi selalu menempati jajaran 10 besar penyakit terbanyak diidap warga Lendah selama tiga tahun terakhir.

Menurutnya, hipertensi merupakan penyakit yang memerlukan pengobatan jangka panjang dan perlu dikelola dengan baik, agar mengurangi komplikasi dari penyakit tersebut. Sedikitnya, ada tiga pilar pengelolaan penyakit hipertensi, antara lain pengelolaan diet, aktivitas fisik atau olahraga yang teratur, dan terapi farmakologi dan nonfarmakologi.

"Penyakit Hipertensi mempunyai faktor risiko untuk dapat menurun kepada anggota keluarga. Sehingga diharapkan anggota keluarga waspada dan mengelola perilaku untuk hidup sehat," kata dia, Rabu (14/2/2018).

Programmer Penyakit Tidak Menular Puskesmas Lendah I Emi Indrayati mengungkapkan, penyakit tidak menular disebabkan salah satunya pola hidup dan pola makan yang kurang sehat. Namun, masyarakat belum menyadari pentingnya pencegahan dengan cara mengonsumsi makan sayur dan buah.

Hal itu terlihat dari kenyataan bahwa, rerata masyarakat setempat hanya makan sayur sebanyak dua sampai tiga porsi sehari. Sebagian besar tidak pernah makan buah. "Idealnya makan buah dan sayur lima porsi per hari," ungkapnya.

Untuk bisa lebih optimal melakukan kampanye hidup sehat serta pencegahan penyakit tidak menular khususnya hipertensi, Puskesmas Lendah 1 mengintensifkan peran Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu). Posbindu menjalankan peran mengajak setiap keluarga menerapkan gerakan hidup sehat.

Posbindu memulai gerakan dari keluarga karena keluarga merupakan bagian terkecil masyarakat yang mempunyai peran dalam meningkatkan status kesehatan. "Keluarga yang sehat akan menjadikan masyarakat juga sehat," imbuhnya.