Jogja Punya Pasokan Listrik Berlimpah Ini Datanya

20 Februari 2018 09:40 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Jumlah listrik yang terpakai saat ini masih sedikit.

Harianjogja.com, JOGJA--Pasokan listrik untuk DIY berlimpah. Namun, belum 100% rumah tangga teraliri listrik. Sebagian rumah tangga memilih menumpang aliran listrik daripada berlangganan listrik secara  mandiri.

Manager PT PLN Area DIY, Eric Rossi Priyo Nugroho menyatakan,  cadangan listrik untuk area DIY masih berlimpah. Dari total 900 megawatt cadangan listrik, yang digunakan baru sekitar 450 megawat untuk pelanggan sekitar 1,12 juta di DIY. sehingga masih sekitar 450 megawatt yang belum digunakan.

Sisa cadangan tersebut mampu menerangi jutaan pelanggan, bahkan bisa melayani 20 bandara. Untuk bandara di Kulonprogo saja kebutuhan listrik hanya sekitar 20 megawatt. Ia berharap pemerintah daerah ikut membantu mempromosikan untuk menggaet pelanggan-pelanggan baru baik rumah tangga mau pun industri.

Sementara itu untuk pendapatan per bulan PT.PLN Area DIY total sekitar Rp250 miliar dari daya listrik yang dikeluarkan. Pendapatan itu belum dikurangi pajak penerangan jalan tahunan ke pemerintah kabupaten dan kota. khusus untuk Jogja pajak penerangan jalan yang disetor PLN pada 2017 lalu sebesar Rp47,5 miliar, meningkat dari tahun sebelumnya Rp44,2 miliar. Tahun ini proyeksi pajak penerangan jalan sekitar Rp49 miliar. Kerjasama dengan pemerintah daerah diperlukan untuk optimalisasi pelanggan listrik dan juga pajak.

Namun tingkat ketersambungan listrik atau elektrifikasi di rumah tangga di DIY belum 100%. PLN mencatat tingkat elektrifikasi ke rumah tangga di Jogja paling rendah di banding daerah lain di DIY. Tingkat elektrifikasi di Jogja baru mencapai sekitar 235.000 rumah tangga atau 69% dari total jumlah rumah tangga. Jumlah rumah yang berlangganan listrik secara mandiri dengan memasang meteran itu pun, termasuk di dalamnya rumah tangga dari wilayah Banguntapan Bantul dan Depok Sleman. Sementara tingkat elektrifikasi di Sleman mencapai 99,97%, Bantul 98,57%, Kulonprogo 90,52% , dan Gunungkidul 86%.

“Jadi di Jogja masih banyak satu pelanggan digunakan digunakan untuk beberapa rumah tangga,” kata Eric Rossi Priyo Nugroho, Senin (19/2/2018).