Permen Bintang yang Sebabkan Keracunan Siswa SD Jetisharjo Belum Ada Izin Edar

20 Februari 2018 21:20 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DIY masih terus melakukan pengujian permen warna-warni berbentuk bintang

Harianjogja.com, JOGJA- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DIY masih terus melakukan pengujian permen warna-warni berbentuk bintang, karena permen bertuliskan H&Y itu diketahui tidak memiliki izin edarnya.

Baca juga : http://m.harianjogja.com/?p=894857">8 Siswa SD di Jogja Diduga Keracunan Permen Bintang

"Dicek belum ada nomor pendaftarannya," kata Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen, BBPOM DIY, Ani Fatimah, melalui pesan singkat, Selasa (20/2/2018).

Ani mengaku, petugas BBPOM DIY masih menelusuri asal peredaran permen tersebut. Meski permen tersebut diduga diproduksi di Tangerang Banten, namun pihaknya belum menemukan siapa yang mengedarkan di DIY. Penjual permen juga tidak memiliki bukti data penyetornya. "Masih ditelusuri," kata dia.

Dari sampel permen yang diuji di laboratorium BBPOM DIY, kata Ani, permen H&Y memang negatif dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (Napza) dan bahan berbahaya. Namun, pihaknya tidak bisa menyebut permen itu aman, karena sampel yang diuji hanya beberapa butir permen.

Kepala BBPOM DIY, I Gusti Ayu Adhi Aryapatni menegaskan kandungan permen bintang negatif dari Napza dan bahan berbahaya hanya pada parameter uji yang diperiksa. Pihaknya belum mengetahui kandungan permen yang dikonsumsi para siswa SD Negeri II Jetisharjo.

Baca juga : http://m.harianjogja.com/?p=894865">Diduga Jadi Penyebab Keracunan di SD Jetisharjo, Belasan Strip Permen Bintang Disita Polisi

Ia juga masih akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Jogja terkait penyebab para siswa merasakan tanda-tanda keracunan. Sebelumnya delapan siswa SD Negeri II Jetisharjo merasakan mual, pusing, dan sesak setelah mengkonsumsi permen bintang pada Rabu (14/2/2018) lalu.

Mereka sempat mendapat perawatan di Puskesmas Jetis, salah satunya sempat dirujuk ke RS Bethesda untuk penanganan lebih lanjut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Fita Yulia Kisworini mengatakan untuk mengetahui penyebab siswa merasakan tanda-tanda keracunan perlu dilihat dari berbagai aspek. Sampai Senin (19/2/2018) kemarin, pihaknya belum mendapat hasil pengujian dari BBPOM.