Juara Taekwondo Tingkat Internasional, Dua Siswa MAN 4 Bantul Harumkan DIY

22 Februari 2018 22:40 WIB Rheisnayu Cyntara Bantul Share :

Siswa MAN 4 Bantul raih prestasi di bidang taekwondo.

Harianjogja.com, BANTUL--Dua siswa MAN 4 Bantul berhasil meraih prestasi di bidang taekwondo dalam Mahameru Taekwondo International Open Tournament 2nd 2018 yang dilaksanakan di GOR Wira Bhakti, Lumajang pada Sabtu (17/2/2018)-Minggu (18/2/2018) lalu. Pada turnamen tersebut Muhammad Daffa meraih medali emas, sedangkan Nafisha Nugraha Putri berhasil menyabet medali perak.

Saat ditemui Harianjogja.com di sekolahnya, Nafisha mengatakan sudah menekuni seni bela diri taekwondo ini sejak usia tiga tahun. Saking lamanya dan banyaknya turnamen yang telah ia ikuti, kini lebih sudah ada lebih dari 40 medali yang berhasil ia kumpulkan. Hal itu tentulah membanggakan.

Apalagi sejak menjadi murid MAN 4 Bantul, Nafisha yang merupakan murid kelas X tersebut sudah mewakili sekolahnya dalam tiga turnamen. Salah satunya turnamen bertaraf internasional yang dihelat di Jogja. “Terakhir di Lumajang kemarin berhasil dapat medali perak kategori Kyorugi Junior Putri kelas under 59 kilogram,” ujarnya, Kamis (22/2/2018).

Pemegang sabuk Dan 3 ini mengaku menggemari seni bela diri ini karena bisa dimanfaatkan untuk menjaga diri. Selain itu, menurut Nafisha masih jarang atlet taekwondo perempuan yang berprestasi. Sehingga ia berusaha menekuni seni bela diri tersebut dan membuktikan dirinya mampu berprestasi hingga kancah internasional.

Hal itu tak jauh berbeda dengan yang disampaikan oleh Daffa. Siswa kelas X ini mengatakan dengan menekuni seni bela diri ini sejak kelas VI SD ada banyak manfaat yang telah dirasakannya. Di antaranya ia dapat mengenal banyak teman saat berlatih. Pengalamannya pun makin bertambah saat ia mengikuti turnamen di berbagai daerah. “Saya sudah sampai tingkat Dan 2. Sampai sekarang sudah mengumpulkan 24 medali,” katanya.

Baik Daffa maupun Nafisha mensyukuri pihak keluarga maupun sekolah selalu memberikan dukungan penuh akan hobi mereka berdua ini. Meskipun mereka tergabung dalam klub yang berbeda dan menekuni kegiatan ekstrakulikuler ini di luar sekolah, namun sekolah tidak pernah mempersulitnya. Nilai kegiatan ekstrakulikuler dapat langsung ditransfer ke rapor siswa.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Sekolah MAN 4 Bantul, Mohamad Yusuf. Menurutnya pihak sekolah memberi kemudahan kepada para siswa siswinya yang mengikuti ekstrakulikuler di luar sekolah seperti taekwondo. Pihak sekolah menyadari, tiap siswa memiliki bakat dan kegemaran yang telah ditekuni sejak sebelum menjadi murid MAB 4 Bantul. Sehingga kebijakan yang diambil sekolah pun diusahakan tidak mengganggu kegiatan siswa tersebut. “Tugas kami memotivasi, memonitor, dan memfasilitasi siswa untuk mengembangkan bakatnya tersebut,” ucapnya.

Lebih lanjut Yusuf mengatakan tiap ada perhelatan turnamen taekwondo, pihak sekolah selalu berusaha memfasilitasi siswa untuk bertanding. Hal itu menurutnya dilakukan untuk memperkaya pengalaman siswa. Sebab ia menilai dengan mengikuti turnamen, pengalaman siswa makin bertambah sehingga mematangkan tingkat emosi dan mental mereka.