Petani Gunungkidul Khawatir Harga Gabah Anjlok

05 Maret 2018 15:20 WIB Herlambang Jati Kusumo Gunungkidul Share :

Para petani sudah mengantisipasi anjloknya harga gabah

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Petani di Gunungkidul khawatir harga gabah anjlok memasuki masa panen raya pada Maret.

Ketua kelompok pertanian dan peternakan Ngudi Mulyo 2, Garotan, Bendung, Semin, Sakino, mengatakan para petani sudah mengantisipasi anjloknya harga gabah. "Saat musim seperti ini para petani memang baru puncak panen, ya memang ada yang dijual langsung, tetapi ada juga yang ditimbun atau disimpen, menunggu harga membaik lagi," ujarnya, Minggu (4/3/2018).

Dia mengatakan, pada Desember-Januari harga gabah di kisaran Rp5.600 per kg. Saat ini petani jual di bawah Rp5.000 per kg. "Lumayan banyak turunnya sudah di bawah Rp5.000 per kg sekarang. Ya penurunan hampir Rp1.000 per kg," katanya.

Dia mengatakan, penurunan harga gabah lebih baik dibanding harga jagung. Dia mengharapkan fungsi Koperasi Unit Desa (KUD) dapat dimaksimalkan kembali, untuk membantu petani.

Kepala Bidang Tanaman Pangan, Dinas Pertanian dan Pangan, Gunungkidul Raharjo Yuwono mengatakan, pemerintah menyediakan serap gabah kering yang dikoordinasikan Kodim dan Bulog. Sebelumnya, Kementerian Pertanian (Kementan) bentuk tim Serap Gabah Petani (Sergap) sebagai upaya melindungi harga gabah para petani dan memperkuat stok cadangan beras.

Tim yang terdiri dari Kementan, TNI AD, pemkab ini dibentuk mengingat harga gabah yang sering anjlok saat musim panen tiba. Kegiatan safari Sergap dimulai di area persawahan Gawok yang ada di Karangmojo I, Desa Karangmojo, Kecamatan Karangmojo.

Dandim 0730/Gunungkidul Letkol Inf Muhammad Taufik Hanif mengatakan, peran Bulog dalam distribusi beras harus ditingkatkan dengan menyerap gabah sehingga dapat menguntungkan petani. "Panen raya otomatis padi melimpah dan harga murah, untuk itu peran dari Bulog adalah untuk mengamankan harga gabah supaya petani tidak rugi," ujarnya.