Maret, Lelang Pengerjaan Revitalisasi Pasar Gunungkidul Ditargetkan Masuk ULP

10 Maret 2018 18:20 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Revitalisasi 10 pasar tradisional di Gunungkidul masih dalam tahap perencanaan

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Rehabilitasi dan revitalisasi 10 pasar tradisional di Gunungkidul masih dalam tahap perencanaan. Namun pertengahan Maret ini, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul menargetkan lelang pengerjaan masuk ke Unit Layanan Pengadaan (ULP).

Kepala Bidang Pasar Disperindag Gunungkidul Ari Setiawan mengatakan rencana itu masih dalam perencanaan. Hingga saat ini, Disperindag menunggu detail gambar dan rencana anggaran biaya dari konsultan. “Kita masih tunggu. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sudah selesai didesain,” kata Ari kepada Harianjogja.com, Jumat (9/3/2018).

Menurut dia, desain dari konsultan ini sangat penting karena menjadi acuan untuk pembangunan yang akan dijalankan. Selain itu, dalam perencanaan tersebut juga akan diketahui berapa biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan.

“Yang ada di APBD masih pagu dan saat pelaksanaan bisa saja nilai untuk pembangunan di bawah alokasi anggaran yang telah disediakan. Jadi untuk perencanaan benar-benar kami perhatikan karena memegang peranan penting dalam pembangunan,” ujarnya.

Ari menambahkan untuk revitalisasi dan renovasi pasar tradisional akan dibagi dalam dua pengerjaan. Sesuai aturan, nilai pengerjaan di bawah Rp200 juta bisa dilaksanakan dengan penunjukan langsung. Untuk nilai di atas Rp200 juta akan melalui proses lelang guna mendapatkan rekanan yang akan mengerjakan. “Untuk yang lelang kami target pertengahan bulan ini sudah masuk ke ULP,” katanya.

Kepala Disperindag Gunungkidul Hidayat mengatakan, 10 pasar di Gunungkidul akan dibangun tahun ini. Total untuk perbaikan, Pemkab mengalokasikan anggaran sekitar Rp10,1 miliar. Sebanyak 10 pasar yang akan diperbaiki yakni Pasar Argosari, Wonosari; Pasar Playen, Kecamatan Playen; Pasar Hargomulyo, Gedangsari; Pasar Mentel, Tanjungsari; Pasar Bedoyo, Ponjong; Pasar Trowono, Kecamatan Paliyan; Pasar Wonontoro, Karangmojo; Pasar Semin, Semin; Pasar Jimbaran, Ponjong; dan Pasar Jepitu, Girisubo.

Hidayat menjelaskan, program revitalisasi merupakan bagian untuk menghidupkan kembali pasar sebagai urat nadi perekonomian di masyarakat. Adanya bangunan yang lebih representatif bisa memberikan kenyamanan baik untuk pengunjung maupun pedagang. “Mudah-mudahan dengan kondisi bangunan atau lokasi yang bagus maka geliat perekonomian bisa tumbuh berkembang,” katanya.