Malioboro Belum Berhenti "Bersolek"

12 Maret 2018 21:40 WIB I Ketut Sawitra Mustika Jogja Share :

Malioboro terus dipercantik.

Harianjogja.com, JOGJA--Malioboro sebagai pusat pemerintahan dan ekonomi di DIY terus menerus dipercantik. Terbaru, Pemda DIY mulai melaksanakan proyek revitalisasi sisi barat Malioboro, Senin (12/10/2018). Proyek ini mendapat dukungan dari komunitas setempat. Sebab, jika Malioboro semakin indah, wisatawan yang datang diyakini akan semakin banyak.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUP-ESDM) M. Mansur mengungkapkan proyek revitalisasi sisi barat memakan biaya sekitar Rp37 miliar. Tahap awal proyek di mulai dari ujung utara hingga Jalan Pangurakan.

"Itu mulainya dari ujung utara, Jalan Sarkem, sampai [jalan] Pangurakan. Kami bagi jadi tiga titik. Masing-masing berjalan bersama. Paralel gitu, ya," ucap Mansur, Senin.

Ia menerangkan, revitalisasi akan dimulai dengan pembongkaran terlebih dahulu. Setelah itu akan dilaksanakan pengecoran, pemasangan teraso dan coating atau pelapisan. Tahapnya hampir sama dengan pengerjaan revitalisasi sisi timur Malioboro.

Revitalisasi sisi barat, sambungnya, ditargetkan selesai pada Desember 2018. Adapun pembangunan sentra PKL di lahan eks Bioskop Indra saat ini sudah masuk tahap persiapan. Kedua proyek ini dilaksanakan secara paralel.

Para PKL dan pemilik toko, imbuhnya, mendukung proyek. "Pengerjaannya sistem on off. Artinya kapan PKL berdagang dan kapan kami kerja. Karena tidak ada relokasi maka akhirnya saling geser dan menggeser. Tidak ada masalah. Mereka semua mendukung."

Ketua Lembaga Pemberdayaan Komunitas Kawasan Malioboro Rudi Harto menyatakan, komunitas Malioboro mendukung revitalisasi sisi barat. Mereka hanya berharap proyek bisa berjalan tepat waktu, dikerjakan secara bertahap dan dihentikan sementara saat libur Lebaran. (Adv)