Siswa yang Ujian di Lapas dan RS Disediakan Soal Remote

13 Maret 2018 22:40 WIB Sunartono Jogja Share :

Belum ada permohonan soal remote dari sekolah.

Harianjogja.com, JOGJA--Disdikpora DIY akan menyediakan soal yang didapatkan dengan sistem remote bagi peserta Ujian Nasional (UN) yang berada di Rumah Sakit dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Meski demikian, belum ada sekolah baik jenjang SMP maupun SMA yang menyampaikan permohonan soal remote ke Disdikpora DIY.

Kasi Perencanaan Pendidikan Bidang Perencanaan dan Standarisasi Pendidikan Disdikpora DIY Bahtiar Nurhidayat menjelaskan pemerintah sepenuhnya memberikan layanan terbaik kepada siswa untuk mendapatkan haknya mengikuti UN baik bagi mereka yang sakit maupun sedang berurusan hukum. Meskipun sekolah memiliki fasilitas lengkap sekalipun tidak diperbolehkan, siswa yang berada di Lapas maupun di rumah sakit difasilitasi dengan komputer untuk mengikuti UNBK. Melainkan harus mengerjakan soal secara manual menggunakan kertas atau dikenal dengan soal remote.

"Disebut soal remote karena, proses mendapatkan sampai di-print out itu sepenuhnya dipantai pusat, di-remote dari pusat, ditentukan waktunya kapan harus diunduh untuk di-print. Jadi tidak boleh membawa server ke rumah sakit misalnya," terangnya kepada Harianjogja.com, Selasa (13/3/2018).

Ia menambahkan, proses mengunduh soal dilakukan langsung oleh proktor di setiap sekolah dengan waktu sekitar 60 menit sebelum pelaksanaan UN. Setelah berhasil diunduh kemudian di-print dan dibawa ke peserta UN di Lapas dan rumah sakit untuk dikerjakan secara manual. Adanya jeda yang relatif pendek antara pemberian izin mengakses soal dengan waktu pelaksanaan UN, tujuannya untuk mencegah terjadinya kebocoran soal.

"Itu soal khusus, tidak mestinya jatah siswa lain [UNBK] terus diprint, nggak bisa. Tetapi itu soal khusus yang disiapkan untuk diprint bagi peserta yang menjalani UN di rumah sakit atau Lapas," imbuh dia.

Setelah selesai dikerjakan, hasilnya pun tidak di-scan, namun cukup difoto dengan ponsel untuk dikirim ke petugas proktor untuk kemudian dikirim kepasa petugas yang ada di pusat. Kemudian petugas di pusat yang akan melakukan scan atau proses koreksi terhadap soal tersebut.

Ia memastikan sekolah harus membuat laporan ke pusat guna mendapatkan soal remote untuk siswa yang berada di Lapas maupun di rumah sakit. Meski demikian, Bahtiar menyatakan, hingga pekan kedua bulan Maret 2018 belum ada permintaan soal remote. Sehingga belum diketahui jumlah siswa yang akan menjalani UN di Lapas maupun rumah sakit.

"Mungkin setelah mendekati pelaksanaan baru akan didaftarkan, tetapi sekarang dipastikan terdaftar dahulu. Misal didaftar sekarang, siapa tahu besok atau lusa bebas [dari Lapas]. Makanya hanya beberapa hari atau sepekan sebelum pelaksanaan didaftarkan sekolah untuk mendapat izin kiriman soal remote," jelasnya.