STTNAS Luluskan 337 Mahasiswa

Ketua STTNAS H. Ircham - Ist
31 Maret 2018 23:37 WIB Bhekti Suryani Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Sekolah Tinggi Teknologi Nasional (STTNAS) Jogja, tahun akademik 2016/2017 pada periode II meluluskan sebanyak 337 mahasiswa.

Adapun rinciannya adalah lulusan jenjang Sarjana Strata 1 (S1) Teknik Sipil  17 orang, Teknik Mesin 25  orang, Teknik Elektro 26 orang, Teknik Geologi  122 orang, Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota  31 orang, dan Teknik Pertambangan 105 orang, sedang lulusan jenjang Diploma III (DIII) Teknik Mesin lima orang dan Teknik Elektro enam orang.

Ketua STTNAS H. Ircham menyatakan pada wisuda yang digelar Sabtu (31/3/2018) di Indraprasta Ballroom Sahid Jaya Hotel & Convention Babarsari tersebut terdapat 14 lulusan yang berpredikat cumlaude.  

Dikatakannya, saat ini dunia sedang memasuki Revolusi Industri ke-4 perkembangan teknologi yang terjadi sangat cepat. “Virtual disruption menyebabkan tatanan dunia, khususnya bisnis berubah total. Di dunia pendidikan masuknya Perguruan Tinggi Asing dan tenaga kerja asing membuat kita lebih meningkatkan mutu pendidikan kita,” kata  H. Ircham dalam sambutannya, Sabtu.

Dengan jumlah mahasiswa sekitar 5.000 orang, STTNAS terus berbenah diri, tiada hari tanpa dilalui dengan evaluasi dan perbaikan yang berbuah prestasi.

Kampus lapangan di Kulonprogo yang diresmikan beberapa tahun lalu oleh Bupati Kulonprogo dan Koordinator Kopertis wilayah V, menjadi satu-satunya kampus lapangan milik PTS di Indonesia khususnya untuk jurusan Geologi. “Sekarang sudah dimanfaatkan oleh para geologis maupun mahasiswa geologi dan tambang se-Indonesia,” ujar dia.

Selain itu, pembangunan sarana dan prasarana di kampus Babarsari juga terus ditingkatkan. Di kampus Babarsari dibangun Student Centre and Park berlantai empat dengan luas sekitar 3.030 meter persegi untuk kegiatan mahasiswa.

Selanjutnya dalam upaya meningkatkan mutu lulusan, STTNAS telah membentuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang sudah berlisensi BNSP. Sebanyak 12 asesor nasional siap mendampingi mahasiswa dalam meraih sertifikasi profesi.

Di lain pihak, pembangunan sistem dan SDM secara kontinyu terus dilakukan. Sekarang ada 11 dosen yang sedang studi S3 baik di dalam maupun di luar negeri sedang tiga orang telah selesai dari USM Malaysia, NDHU Taiwan dan UGM.

“Jaringan dan kerja sama juga terus kami lanjutkan, yang terbaru kami tanda tangani adalah kerja sama dengan NDHU Taiwan, UNPAD dan ITB Bandung dalam bidang penelitian, publikasi, studi lanjut dan laboratorium. Sehingga menambah jumlah kerja sama yang sudah ada,” lanjutnya.

Awal Februari 2018 ada pelatihan untuk dosen dan mahasiswa tambang oleh expert dari JOGMEC Jepang. Di bidang akademik, Institusi STTNAS saat ini telah terakreditasi B dari BAN Dikti, juga semua prodi sudah terakreditasi B. Selanjutnya, dalam bidang penelitian, selama dua tahun ini STTNAS ada diurutan ke-8 dari 106 PTS di DIY, sedang PKM ada diurutan ke-7, suatu prestasi yang menggembirakan.

Prestasi mahasiswa pun tidak kalah hebatnya, beberapa kejuaraan nasional diraih mahasiswa seperti juara robot ke 3 di KRI Region 3 Semarang tingkat nasional, mobil listrik juara umum nasional ke 1 KMLI 9 di Bandung tingkat nasional. Juara nasional ke 2 untuk lomba Drone di Malang tingkat nasional serta juara ke 2 tingkat nasional untuk mahasiswa tambang, juara 2 nasional untuk mahasiswa geologi, mahasiswa mesin, perencanaan wilayah dan kota  serta sejumlah prestasi lainnya.

Ketua Pengurus Yayasan Teknologi Nasional Yogyakarta  (YPTN) H. Otto Santjoko dalam sambutannya menyatakan STTNAS telah menjadi PTS yang sehat dan dikenal di seluruh Tanah Air. Hal itu terlihat dari jumlah mahasiswa yang telah mencapai lebih dari 5.000 mahasiswa yang berasal dari seluruh provinsi di Indonesia. Bahkan beberapa dari mahasiswa berasal dari negara tetangga yakni Timor Leste.

“Dalam rangka mengantisipasi perkembangan itu, STTNAS bersama dengan YPTN telah mengembangkan sarana dan prasarananya agar mampu melayani jumlah mahasiswa yang terus meningkat,” kata Otto Santjoko.

Beberapa hal yang telah dilakukan adalah antara lain pembelian lahan seluas kurang lebih 1.230 meter persegi, pembangunan Gedung Student Center yang digunakan sebagai sekretariat Unit Kegiatan Mahasiswa, arena olahraga, dan tempat parkir, pembangunan masjid kampus yang mampu menampung kurang lebih 300 jemaah serta pengembangan sarana dan prasarana laboratorium. (*)