Rumah Produksi Tahu Ludes Terbakar

Sugiran pemilik rumah yang mengalami kebakaran meninjau kembali dapurnya yang terbakar, Sabtu (31/3/2018). (Beny Prasetya/JIBI - Harian Jogja)
31 Maret 2018 18:37 WIB Beny Prasetya Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO -- Sebuah dapur rumah dan sekaligus dapur untuk produksi tahu di Klebakan, Salamrejo, Sentolo hangus terbakar, Jumat (30/3/2018) tengah malam. Kebakaran yang  terjadi dipicu adanya minyak yang menempel di dinding dapur.

Pemilik Rumah Produksi Tahu sekaligus saksi mata Sugiran, 41, mengungkpakan kejadian tersebut berawal saat dirinya selesai menggoreng tahu. Selepas menggoreng dirinya memang terbiasa untuk tidak mematikan api. Setiap kali memproduksi tahu dirinya hanya menutup wadah agar tahu tidak terkontaminasi dengan benda dari luar wadah.

"Saya kan menggunakan kayu bakar, jadi kalau dipadamkan dengan air atau yang lainnya abu ke atas dan mengotori tahu," ungkapnya Sabtu (31/3/2018)

Selepas menutup wadah, Sugiran pergi menuju ruang keluarga untuk menonton televisi. Ketika hendak ke kamar mandi dirinya melihat cahaya merah dan mengetehaui bahwa dinding dan kayu di dapurnya tengah dilahap si jago merah.

"Saat itu pukul 23.00 WIB, baru ketahuan ada kebakaran dan api sudah besar sekali," katanya.

Api yang tengah melahap seluruh kayu atap dapurnya itu baru bisa dipadamkan setelah empat Mobil milik Pemadam Kebakaran Kulonprogo, Mobil Pemadam Kota Jogja dan Mobil Water Cannon milik Polres Kulonprogo datsng ke rumah Sugiran yang berada seratus meter ke arah selatan dari Perempatan Ngelo itu. "Ada empat mobil pemadam, warga juga membantu sebelumnya," ungkapnya.

Sugiran mengaku akibat kejadian tersebut, dirinya mengalami kerugian sekitar Rp40 juta. Selain alat produksi tahu yang lenyap, atap dan perabot rumah tangga turut ludes dilahap si jago merah.

"Yang jelas saya juga tidak bisa produksi kembali, karena tidak ada alat," katanya.

Saat dikonfrimasi Wartawan, Kapolsek Sentolo Kompol Kodrat membenarkan kejadian tersebut. Dirinya mengungkapkan kejadian tersebut  berlangsung di Jumat malam. "Benar memang ada kejadian itu," katanya.

Lebih lanjut, dirinya mengimbau agar masyarakat selalu berhati-hati ketika beraktivitas menggunakan api. "Pastikan benar-benar mati apinya, dan cek kembali setelah menggunakan api seperti saat menggunakan kompor, setrika, dan lainnya," katanya.