Jadwal Terbaru KRL Solo ke Jogja Jumat 2 Oktober 2026, Ada 12 Perjalanan
Cek jadwal lengkap KRL Solo-Jogja Jumat 2 Oktober 2026 dari Palur menuju Jogja, termasuk jam keberangkatan di tiap stasiun.
Simulasi bencana alam, Selasa (3/4/2018). (Harian Jogja/Jalu Rahman Dewantara)
Harianjogja.com, SLEMAN -- Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) DIY menyarankan pada kesiapsiagaan bencana ketimbang memberikan rekomendasi terkait jenis konstruksi yang paling aman menghadapi gempa.
Alasannya, karena kejadian alam seperti gempa tidak bisa diprediksi waktu dan kekuatannya sehingga nyaris tidak ada tipe konstruksi yang sepenuhnya dapat menjamin keamanan dari gempa.
Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) DIY Ahmad Syaifudin Mutaqi menjelaskan untuk antisipasi kejadian alam seperti gempa, pihaknya lebih menyarankan pada kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi. Karena tidak ada manusia yang mampu bersaing dengan alam ketika sedang mencari kestabilan.
Ia juga tidak berani menyatakan secara langsung, berbagai model konstruksi tertentu dapat diklaim paling tahan terhadap guncangan gempa.
"Ketika alam ingin mencari kestabilan baru memang ada dampak, kita harus paham tentang itu. Mungkin cara memahami kestabilan baru itulah yang harus terus kita pelajari. Ini penting bagi arsitek karena dengan pemahaman itu arsitek dapat menularkan kompetensi yang dimiliki kepada masyarakat," ungkapnya, Kamis (5/4/2018).
Ia justru menyarankan masyarakat agar lebih cerdas dalam menghadapi situasi kebencanaan. Akan tetapi, terkait kesiapsiagaan, arsitek sebenarnya selalu mengedepankan siap siaga bencana dalam setiap desain karya yang dihasilkan.
"Kalau saya jawab konstruksi a atau b tahan terhadap bencana itu enggak relevan, saya sadar betul alam kok dilawan. Lebih baik kita bersahabat dengan alam. Kita harus sadar betul bahwa berada di ring of fire," ucapnya.
Tetapi, ia tidak menampik bahwa sudah ada ketentuan umum terkait pembebanan dalam konstruksi. Ia mengatakan berkaitan dengan perhitungan pembebanan bangunan secara prinsip bisa ditimbulkan dari atas, mulai dari atap hingga lantai atas hingga orang yang tinggal di atas lantai. Kemudian beban yang ditimbulkan dari samping seperti angin sehingha memiliki kekuatan kelenturan juga harus diperhitungkan dalam mendesain.
Selain itu beban yang ditimbulkan dari efek kegempaan atau merambat dari permukaan bumi. Pengetahun tersebut harus dipahamkan terutama bagi para arsitek yang memiliki kompetensi yang dimiliki untuk mengenal bangunan, manusia dan lingkungannya.
"Seperti jalan yang dipasangi paving, kalau ada efek gempa yang merambat di permukaan, itu terus pavingnya kayak ombak, pengetahuan itu harus dipahamkan," tegas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal lengkap KRL Solo-Jogja Jumat 2 Oktober 2026 dari Palur menuju Jogja, termasuk jam keberangkatan di tiap stasiun.
BGN membuka ruang bagi mitra MBG mengganti yayasan yang dinilai tak berkontribusi. Mitra dapat mengajukan yayasan baru melalui portal registrasi.
Kesehatan ginjal anak perlu dijaga sejak dini. Simak tujuh cara merawat ginjal anak untuk membantu mencegah masalah kesehatan di kemudian hari.
Prakiraan cuaca Jogja Minggu 4 Oktober 2026 didominasi berawan. Suhu tertinggi mencapai 33°C, sementara Kulon Progo cerah.
Luis de la Fuente memuji Lamine Yamal sebagai calon legenda sepak bola setelah Spanyol menang 3-1 atas Republik Ceko.
Indonesia menyampaikan sikap soal excess capacity, kerja paksa, dan MFN dalam Pertemuan Menteri Perdagangan G20 di Amerika Serikat.