Advertisement
Pasar Kuliner Imogiri Dianggap Berhasil, Lokasi Lain Dibidik
Bupati Bantul Suharsono, saat meninjau Pasar Kuliner di Lapangan Demi, Wukirsari, Imogiri, Kamis (5/4/2018). - Harian Jogja/Ujang Hasanudin
Advertisement
Harianjogja.com, BANTUL-Keberhasilan penataan pedagang kaki lima (PKL) berbasis kawasan di Jalan Imogiri Timur akan diterapkan di beberapa titik. Pemerintah Kabupaten berharap semua PKL terpusat di satu kawasan.
PKL di Jalan Imogiri Timur KM 11-17 sudah dipusatkan di Lapangen Demi, Wukirsari, Imogiri. Kawasan tersebut kini menjadi Pasar Kuliner Imogiri Utara. Rencananya pasar kuliner serupa juga akan diwujudkan di depan Karang Talun, depan Pasar Imogiri dan di Kecamatan Kretek, tepatnya di sepanjang jalan bekas Pasar Angkruksari.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perdagangan Bantul, Yus Warseno mengatakan khusus Pasar Kuliner yang akan dibangun di depan Pasar Angkruksari Kretek sedikit berbeda dengan pasar kuliner di Lapangan Demi Imogiri, "Nanti ada bangunan permanen khusus yang di depan Pasar Angkruksari," kata Yus, saat dihubungi Jumat (6/4/2018).
Pihaknya sudah mendata ada sekitar 50 PKL yang akan mengisi kios pasar kuliner depan Pasar Angkruksari Kretek. Proses pendataan PKL, kata dia, juga melibatkan pemerintah desa dan Asosiasi Pedagang Kaki Lima (Apkli) Bantul. Yus berencana penataan PKL juga akan menyasar semua kecamatan.
Data Dinas Perdagangan Bantul, total PKL yang ada di semua kecamatan mencapai sekitar 1.050 pedagang. Kepala Dinas Perdagangan Bantul, Subiyanta Hadi penataan PKL berbasis kawasan dalam setahun bisa diwujudkan dua sampai tiga kawasan sehingga penataan PKL akan semakin cepat dan merata di semua kecamatan.
Khusus untuk Pasar Kuliner di Lapangan Demi Imogiri, Subiyanta mengatakan akan dikelola dalam satu manajemen baik pengelolaan keuangan, listrik, air, sampah, dan keamanam. Ke depan pihaknya juga akan mengupayakan sentra kuliner tersebut dapat dilengkapi dengan berbagai fasilitas untuk menarik pengunjung, seperti taman, ruang hiburan, jaringan internet.
"Pasar kuliner bisa juga dikembangkan usaha jasa lainnya seperti pemandu wisata dan jasa sewa kendaraan wisata untuk mengakses tempat-tempat wisata di Bantul," ujar Subiyanta.
Sekretaris Dewan Pengurus Daerah Apkli Bantul, Marsudi setuju dengan adanya penataan PKL berbasis kawasan. Menurut dia, sentra PKL saat ini sudah menjadi tren di berbagai daerah, terutama daerah yang berdekatan dengan obyek wisata. "Lebih diuntungkan juga dapat fasilitas dari pemerintah," kata dia.
Namun demikian, Marsudi berharap Pemerintah Kabupaten Bantul tidak lepas tangan setelah menata PKL. Akan tetapi tetap dibantu dalam mempromosikan sentra kuliner tersebut supaya masyarakat luas mengetahui adanya sentra kuliner.
Advertisement
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
Advertisement
Advertisement









