SPMB Jateng 2026 Resmi Dibuka, Daya Tampung Baru 40 Persen
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
Bupati Sleman Sri Purnomo dan Direktur CV Damai Sejahtera Soekamto saat di ruang layanan Hemodialisa Klinik Utama Damai Sejahtera, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman Rabu (16/5/2018)./Harian Jogja-Wisnu Wardhana
Harianjogja.com, SLEMAN- Untuk membantu layanan kesehatan masyarakat, Bupati Sleman Sri Purnomo meresmikan Klinik Utama Damai Sejahtera, Rabu (16/5/2018). Klinik tersebut diharapkan bisa menjadi solusi bagi warga karena terletak di kawasan strategis.
Direktur CV Damai Sejahtera Soekamto mengatakan selain Klinik Utama untuk fasilitas kesehatan pertama, pihaknya juga menyediakan Klinik Dialisis Damai Sejahtera. Klinik Dialis ini digunakan untuk melayani pasien cuci darah (hemodialisa). "Keberadaan kami untuk membantu tugas pemerintah tentang kesehatan. Apalagi di daerah penduduknya padat dan jauh dari rumah sakit," katanya saat peresmian, Rabu.
Klinik tersebut juga untuk memberi pertolongan yang sifatnya kedaruratan. Baik peralatan maupun paramedis di klinik tersebut sudah memadai. Dia menyontohkan, untuk mendapat layanan cuci darah di RSUP dr Sardjito, masyarakat harus mengantri lama. "Ambil nomor antrian saja sejak pagi. Saya punya keluarga empat bulan mau operasi masih antri. Makanya keberadaan klinik ini untuk membantu pemerintah terkait layanan kesehatan," ujar Anggota DPRD DIY ini.
Sukamto menjelaskan, bangunan tersebut memiliki dua klinik. Hanya saja, khusus untuk layanan Dialisis gedungnya akan dibangun dengan tiga lantai. "Tahun ini pembangunan dimulai. Diharapkan akhir 2019 sudah berdiri. Untuk operasional homodialisa tetap kami layani," kata Sukamto.
Bupati Sleman Sri Purnomo mengakui jika lokasi klinik tersebut cukup strategis. Alasannya, selain jalan Damai dipadati penduduk warga tidak lagi perlu jauh mencari layanan kesehatan. "Klinik ini strategis, jadi tidak perlu jauh-jauh mencari layanan kesehatan," katanya.
Di wilayah Sleman, lanjut Sri, tercatat 28 Rumah Sakit, 25 Puskesmas dan 76 Puskesmas Pembantu. Banyaknya fasilitas kesehatan di Sleman, kata Sri bukan datang tiba-tiba. Sebab selain pelayanan bagus, kesadaran warga untuk mengontrol kesehatannya cukup maju.
Tidak hanya itu, pelayanan kesehatan di Sleman juga dinikmati oleh orang-orang luar DIY. Hal itu dikarenakan Sleman menjadi rujukan nasional untuk berobat. "Ini terbukti, dana yang dibayarkan BPJS Kesehatan untuk pelayanan kesehatan mencapai tiga kali lipat dari iuran yang diterima. Jadi tidak usah berobat ke Singapura cukup ke Jogja," katanya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.