Hadapi Kemarau Panjang, Warga Gunungkidul Diminta Bijak Memakai Air
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Ilustrasi pemeriksaan makanan di pasaran./Bisnis Indonesia-Rachman
Harianjogja.com, BANTUL – Dinas Kesehatan Bantul masih menemukan makanan berbahaya di pasaran. Hasil ini merupakan pemantauan di sepuluh titik selama Bulan Puasa.
Kepala Dinas Kesehatan Bantul Maya Sintowati Pandji mengatakan, pemantauan keamanan pangan di pasaran menyasar ke pasar tradisional dan toko modern. Selama lebaran, pemantauan di lakukan di sepuluh titik.
Menurut dia, selama pemantauan, tim yang berkeja sama dengan Satpol PP Bantul masih menemukan makanan yang dicurigai mengandung bahan berbahaya seperti formalin, rodhamin B, methanol yellow, boraks. Selain itu, juga ditemukan makanan kemasan yang kedaluarsa atau kemasan mengalami kerusakan. “Ini patut diwaspadai karena bisa merugikan konsumen,” kata Maya kepada wartawan, Jumat (8/6/2018).
Dijelaskannya, untuk temuan penganan yang mengandung bahan berbahaya, Dinkes melakukan pendataan serta meminta kepada pemilik agar tidak menjualnya.
“Kami juga memberikan sosialisasi kepada pedagang untuk menggunakan bahan makanan yang tidak mengandung kimia berbahya sehingga aman bagi kesehatan,” ungkapnya.
Meski masih menemukan makanan dengan bahan kimia berbahaya, namun Maya mengakui jumlah temuan terus berkurang. Kondisi ini menandakan kesadaran pedagang untuk menggunakan bahan yang aman bagi kesehatan semakin baik.
“Yang jelas, kami akan terus memantau dan memberikan pendampingan karena penggunaan bahan yang aman bagi kesehatan sangat penting bagi perlindungan konsumen,” imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kemarau hingga 7 bulan diprediksi terjadi di Gunungkidul. BPBD siapkan jutaan liter air, warga diminta hemat sejak dini.
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.
Kemkomdigi mengkaji aturan wajib nomor HP untuk registrasi akun media sosial guna memperkuat keamanan dan akuntabilitas ruang digital.
Seiring perkembangan teknologi ada metode yang disebut dengan backfilling untuk mengelola limbah tambang agar tak merusak lingkungan.
Pemkab Bantul memastikan tidak lagi membuka rekrutmen honorer baru dan fokus menyelesaikan tenaga non-ASN melalui skema PPPK.
Sam Altman mengungkap Gen Z kini memakai ChatGPT sebagai penasihat hidup, berbeda dengan generasi tua yang masih menggunakannya seperti Google.