Liburan Telah Usai, Harga Ikan di Pantai Depok Turun

Nelayan Mina Bahari Depok 45 menepikan perahu seusai menangkap ikan di tengah Pantai Depok, Minggu (1/4/2018). - Harian Jogja/Salsabila Annisa Azmi
02 Juli 2018 09:10 WIB Ujang Hasanudin Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL--Harga ikan segar di Pasar Ikan Pantai Depok sudah mulai turun sejak empat hari terakhir, seiring mengurangnya permintaan ikan dari warung-warung makan di sekitar pantai.

Neti, salah satu penjual ikan mengakui sejak Kamis (28/6/2018) lalu hampir semua jenis ikan harganya menurun di banding saat libur Lebaran. Ia menyebut harga udang tambak saat ini Rp65.000 per kilogram (kg), menurun dari harga Rp90.000 per kg. Harga kepiting turun dari Rp200.000 menjadi Rp150.000 per kilogram.
Ikan bawal berharga Rp70.000 per kilogram dari sebelumnya Rp80.000, cumi hanya turun Rp5.000 menjadi Rp60.000, dan ikan cakalan berharga Rp28.000 dari Rp30.000 per kilogram.
Sementara kakap masih berharga standar Rp65.000-Rp70.000 per kg, dan harga kerang juga masih standar Rp25.000 per kilogram. "Yang beli sudah tidak seramai libur Lebaran," ucap Neti, Sabtu (30/6/2018).

Ketua Kelompok Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Mina Bahari Pantai Depok, Tarmanto mengatakan harga ikan laut segar sebenarnya sudah mulai turun sejak Senin, pekan lalu. Namun penurunan drastis terjadi sehari setelah libur nasional karena pilkada pada Rabu lalu.

Para pedagang ikan juga sudah mengurangi stok ikan. "Sekarang permintaan tidak lebih dari satu ton. Rata-rata setelah hari libur ini sekitar 500 kuintal ikan yang laku," kata Tarmanto. Padahal saat libur Lebaran lalu permintaan ikan dalam sehari bisa mencapai tiga ton.
 
Menurut dia, penurunan harga ikan hal yang wajar setiap selesai liburan karena permintaan berkurang, karena sebagian konsumen ikan di Pantai Depok adalah wisatawan. Meski permintaan menurun, stok ikan segar di pasar ikan Pantai Depok tetap didatangkan dari luar daerah, karena produksi ikan nelayan di Pantai Depok tidak banyak.

Nelayan Pantai Depok yang setiap hari melaut tetap terbatas, karena hanya menggunakan kapal motor tempel (KMT). Selain itu alat tangkap juga terbatas, tidak semua jenis ikan ditangkap, melainkan disesuaikan dengan alat tangkap yang dibawa. Hasilnya hanya mencapai sekitar 5-10 kilogram. Jenis ikan yang ditangkap pun, kata Tarmanto, dijual ke luar karena harganya lebih mahal.