Advertisement
Derita Warga Gunungkidul, Jual Ternak untuk Beli Air
Ilustrasi warga mengambil air di sumber mata air karena kekeringan. - Harian Jogja/Kusnul Isti Qomah
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Krisis air bersih melanda Dusun Pringsurat, Desa Ngloro, Saptosari. Akibatnya sejumlah warga terpaksa menjual hewan ternak dan barang berharganya untuk membeli air.
Kepala Dusun Pringsurat, Suparno mengatakan krisis air ini berdampak pada 405 jiwa yang terdiri dari 45 kepala keluarga (KK).
Advertisement
Adapun sejumlah warga yang terpaksa menjual ternak dan barang berharganya lantaran sudah tidak ada pilihan untuk mendapatkan air selain harus membeli.
Pasalnya di dusun tersebut sudah tidak memiliki sumber air. Sementara jika mengandalkan air dari PDAM akan sia-sia belaka, karena sejak beberapa bulan terkahir pasokan air PDAM ke Dusun Pringsurat telah macet.
BACA JUGA
Keterpaksaan menjual hewan ternak dan barang berharga ini juga memiliki korelasi dengan gagalnya panen ketela milik warga setempat.
"Banyak yang mengalami gagal panen yang berdampak pada merosotnya ekonomi sehingga mengharuskan warga menjual ternak kambing mereka," kata Suparno, Kamis (9/8/2018).
Salah satu warga Pringsurat, Kasihani, 35, mengatakan dirinya harus menjual empat dari lima kambing yang ia pelihara dengan harga kisaran Rp500 ribu hingga Rp1 Juta. Jika krisis air ini terus berlanjut dia berencana menjual kambing terakhirnya.
"Kalau kambing sudah habis, saya terpaksa menjual cincin atau barang berharga lainnya," kata Kasihani.
Kasihani mengungkapkan saat ini harga air per tangkinya naik yang awalnya Rp140 ribu menjadi Rp150 ribu. Adapun satu tangkinya hanya bisa dikonsumsi selama dua minggu.
Dia berharap bantuan droping air bersih dari pemerintah lebih diperbanyak. Mengingat kondisi Dusun Pringsurat telah memperihatinkan.
Menanggapi hal itu Kepala BPBD Gunungkidul, Edy Basuki mengatakan akan melakukan cek ke lokasi. Jika memang diperlukan bantuan maka pihaknya akan mengupayakan droping ke Dusun Pringsurat.
Meski demikian hal itu tidak bisa dilakukan dengan cepat. Butuh proses karena kegiatan droping ke sejumlah tempat telah terjadwal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- DIY Masuk Fase Akhir Siklus Gempa Besar, Warga Diminta Waspada
- Lansia di Kulonprogo Alami Insiden Unik, Ditangani Damkar
- Jadwal KA Prameks Hari Ini 16 April 2026, Tarif Tetap Rp8.000
- SPPG Didesak Tanggung Jawab Penuh Kasus Keracunan di Bantul
- Jejak Pencuri Gamelan di Jogja Terungkap Setelah Aksi Kedua
Advertisement
Advertisement









