Jalan Godean Rawan Kecelakaan, Bupati Sleman Perintahkan PJU dan Lubang Jalan Dicek
Jalan Godean Sleman menjadi perhatian setelah sejumlah kecelakaan fatal. Bupati Harda Kiswaya perintahkan pengecekan PJU, lubang jalan dan fasilitas keselamatan
Petugas pemantau kesehatan hewan kurban Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja melakukan pemeriksaan kesehatan kambing di Jalan Pramuka, Jumat (9/8/2018)./Harian Jogja-Salsabila Annisa Azmi
Harianjogja.com, JOGJA- Kondisi hewan kurban di wilayah Jogja mulai diperiksa. Jika ditemukan hewan kurban yang sakit ataupun cacat, petugas meminta agar hewan tersebut tidak dijual.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Jogja Sugeng Darmanto mengatakan pemeriksaan hewan kurban tersebut dilakukan diseluruh penjual hewan kurban secara bertahap. Petugas dari DPP meminta penjual untuk segera mengisolasi hewan kurban yang didiagnosis sakit. "Meskipun sakit ringan kami juga minta diisolasi agar tidak menularkan ke hewan lain," katanya di sela-sela pemeriksaan hewan kurban di jalan Pramuka Kotagede, Jumat (10/8/2018).
Pada pemeriksaan tersebut ditemukan beberapa hewan yang sakit mata. Satu ekor kambing pada kaki depan sebah kiri juga ditemukan cacat dan tidak layak dijual sebagai hewan kurban. Petugas pun meminta hewan tersebut diisolasi. “Setelah diisolasi, hewan-hewan yang didiagnosis sakit harus diobati. Petugas hewan bisa mengecek dan mengobati penyakit hewan kurban,” katanya.
Meski beberapa hewan ditemukan sakit dan cacat, namun sebagian besar hewan kurban yang dijual dalam kondisi layak dan sehat. Hewan yang mengalami iritasi pada matanya kata Sugeng akibat proses transportasi hewan kurban dari daerah asal ke lokasi penjualan. "Jadi bukan wabah penyakit. Hanya akibat perjalanan saja. Ada juga sapi yang awalnya tidak mau makan, setelah diberi vitamin sekarang mau makan," ujarnya.
Hewan kurban yang dijual di Jogja, lanjut Sugeng berasal dari luar kota seperti Temanggung atau Wonosari Gunung Kidul. Hewan-hewan tersebut dibawa menggunakan kendaraan bak terbuka. Iritasi mata, lanjutnya, tidak akan mempengaruhi kondisi kesehatan kambing atau sapi dan hewan tersebut tetap akan dinyatakan layak sebagai hewan kurban. "Jadi kemungkinan hewan ini mengalami iritasi akibat debu di sepanjang perjalanan. Nanti diolesin salep mata dan vitamin bisa sembuh,” katanya.
Dia mengimbau agar masyarakat membeli hewan kurban yang sudah dilabeli sehat oleh DPP. Di Jogja terdapat sekitar 180 titik penjualan hewan kurban. Petugas akan mendatangi semua lokasi penjualan tersebut dan memberikan kalung ke kambing atau sapi yang dinyatakan layak kurban. “Pembeli harus memastikan bahwa kambing atau sapi yang dibeli sudah diperiksa. Tandanya, hewan tersebut sudah memiliki kalung layak kurban,” katanya.
Sementara itu, Ketua II Pusat Pengadaan Hewan Qurban (PPHQ) Angkatan Muda Muhammadiyah Kotagede Jogja Muh. Syafiq mengatakan, hewan-hewan kurban tersebut didatangkan dari beberapa daerah sepeti Magelang dan Temanggung untuk kambing dan Wonosari serta Wonogiri untuk sapi. Kambing dijual dengan harga antara Rp1,5 juta hingga Rp4,1 juta sementara sapi dijual antara Rp17,5 juta hingga Rp27 juta. Tahun ini mereka menargetkan menjual 500 kambing dan 20 sapi.
"Kondisi kesehatan hewan pasti kami perhatikan. Kami memiliki petugas pemeriksa untuk mengecek kondisi kesehatan hewan setiap hari. Kalau ada yang sakit, langsung diisolasi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jalan Godean Sleman menjadi perhatian setelah sejumlah kecelakaan fatal. Bupati Harda Kiswaya perintahkan pengecekan PJU, lubang jalan dan fasilitas keselamatan
Polresta Jogja mendalami dugaan pungli food truck di Alkid, termasuk klaim permintaan jatah makan oleh anggota polisi dan tarif parkir jutaan rupiah.
DPRD Bantul menilai kinerja Perumda Aneka Dharma masih perlu didorong agar kontribusi terhadap PAD dan pengelolaan ITF Bawuran meningkat.
Keraton Yogyakarta menegaskan food truck di Alkid telah mengantongi izin. Dugaan pungutan parkir disebut bukan pungutan resmi Keraton.
Logo Asian Games 2026 Aichi-Nagoya menyimpan makna di balik warna ungu, emas, hijau serta huruf A dan N yang mewakili Asia, Aichi, dan Nagoya.
Ketua DPRD DIY, Nuryadi menyebut kondisi fiskal DIY masih aman hingga akhir 2026 meski pemerintah daerah harus terus menyesuaikan diri dengan kebijakan pemerint