Advertisement
DPUPKP Cetak 300 Hektare Sawah Pengganti Lahan Terdampak NYIA
Petugas gabungan mengawal proses pembersihan lahan lokasi pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) Kulonprogo, Kamis (28/6 - 2018). (Antara / Andreas Fitri Atmoko)
Advertisement
Harianjogja.com, KULONPROGO– Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kulonprogo mulai mengerjakan percetakan areal sawah baru di Desa Sendangsari, Kecamatan Pengasih, sebagai pengganti areal sawah di Temon yang beralih fungsi sebagai bandara.
Pengerjaan pertama yakni revitalisasi jaringan irigasi Bendung Tawang yang dikerjakan dengan menggunakan dana alokasi khusus tersebut dikerjakan DPUPKP untuk memperbesar debit air menuju persawahan yang berada di kecamatan Pengasih sekitar desa Sendangsari. Rencananya, di Pengasih DPUPKP bakal mengerjakan jaringan irigasi jemabtan saluran sepanjang ratusan meter dan sebuah terowongan air dengan kedalaman sekitar 30 meter.
Advertisement
Kepala Bidang Pengairan DPUPKP Kulonprogo, Hadipriyanto, menyatakan pembangunan tersebut seluruhnya digunakan untuk mencetak sawah baru di Kecematan pengasih. Kegiatan tersebut merupakan tujuan pemerintah baik daerah dan pusat untuk menambah lahan tanam di Kulonprogo kendati sebagian beralih fungsi menjadi bandara. “Jadi luasan sekitar 300 hektare lebih menjadi tanah baru siap tanam padi,” katanya Kamis (6/9/2018) .DPUPKP saat ini fokus dalam pembuatan terowongan di saluran tersebut. Selain itu pembangunan jembatan saluran juga bakal dilakukan setlah pembuatan terowongan.
Kepala Dinas Pertanian Kulonprogo, Bambang Tri Budi, menyatakan jajarannya telah mengetahui hal tersebut. Ia menyebutkan dengan adanya perbaikan dan pembuatan jembatan saluran irigasi tersebut setidaknya Sawah di Desa Donomulyo, Nanggulan serta Pengasih yang berada di Kecamatan Pengasih bakal teraliri air lebih besar.
Dia juga berharap, warga yang merakasan adanya kerusakan irigasi segera melapor ke pihaknya atau DPUPKP yang sama-sama mempunyai kewenangan dalam persoalan irigasi pertanian. Baik melalui perorangan atau kelompok tani bahkan gabungan kelompok tani bisa dilakukan. “Jadi bisa diusulkan untuk tahun depan, silakan ke kantor kami,” katanya, belum lama ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- DIY Masuk Fase Akhir Siklus Gempa Besar, Warga Diminta Waspada
- Lansia di Kulonprogo Alami Insiden Unik, Ditangani Damkar
- Jejak Pencuri Gamelan di Jogja Terungkap Setelah Aksi Kedua
- Jadwal KA Prameks Hari Ini 16 April 2026, Tarif Tetap Rp8.000
- SPPG Didesak Tanggung Jawab Penuh Kasus Keracunan di Bantul
Advertisement
Advertisement









