Kata Sejarawan soal Pertemuan Jokowi dan Sultan di Kraton Jogja

Rombongan mobil Presiden Joko Widodo memasuki Kraton Ngajogyakarta Hadinngrat, pada Jumat (28/9/2018). - Harian Jogja/Irwan A. Syambudi
29 September 2018 06:50 WIB Irwan A Syambudi Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Sejarawan Universitas Gadjah Mada (UGM) Profesor Joko Suryo menyebut pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Sri Sultan HB X di Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat sebagai hal biasa. Hampir seluruh presiden pernah diundang ke Kraton.

Menurut Guru Besar UGM yang memiliki gelar Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) dari Kraton Ngayogyakarta ini, bukan hanya Presiden Jokowi saja yang diundang secara resmi ke Kraton. Menurutnya presiden-presiden terdahulu seperti Presdien Gus Dur, Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono juga pernah diundang ke Kraton dan dijamu di Gedhong Jene. Di tempat tersebut memang khusus untuk menjamu tamu kehormatan.

"Diundang itu biasa. Bertemu untuk makan, silaturahmi itu ya boleh dikatakan kalau presidennya berkunjung ke Jogja ya memang Sultan bisa mengundang untuk ke Kraton sebagai penghormatan. Itu sering, dari presiden yang zamannya Sultan HB X ini hampir semua [pernah diundang]," katanya, Jumat (28/9/2018).

Terlebih kata dia di Jogja ada Gedung Agung yang kerap disinggahi presiden kala kunjungan ke Jogja. Sehingga saat presiden singgah di Istana Gedung Agung, Sri Sutan biasa untuk mengundang ke kediamannya di Kraton.

Jamuan presiden di Gedhong Jene menurutnya juga sebagai hal biasa. Sebab Gedhong Jene itu memang tempat untuk jamuan para pembesar, tidak hanya para pembesar dari Indonesia, tamu-tamu besar dari luar negeri pun dijamu di tempat tersebut.

"Gedhong Jene itu khusus menerima tamu-tamu Sultan di lingkungan Kraton. Jadi kalau Jokowi diterima di situ ya sudah sepantasnya, karena kalau tamu bukan pembesar ya tidak di situ," kata dia.