KUSTOMFEST 2018: Andalkan Medsos, Jumlah Pengunjung Tahun Ini Melonjak Dua Kali Lipat

Suasana Kustomfest 2018. - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
07 Oktober 2018 21:20 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Ajang bergengsi tahunan, Kustomfest 2018 dengan tema Colour of Different yang digelar di Jogja Expo Center, Bantul, resmi ditutup, Minggu (7/10/2018). Selama dua hari gelaran, tercatat lebih dari 25.000 orang berkunjung ke event yang memamerkan beragam jenis sepeda motor modifikasi tumpah ruah di Jogja Expo Center.

Salah seorang official Kustomfest 2018 Kikipea mengatakan jumlah tersebut diperkirakan mengalami kenaikan hingga dua kali lipat ketimbang tahun lalu. Kendati belum bisa menyebut angka pastinya lantaran ada panitia khusus yang menangani penjualan tiket, namun yang pasti, kata dia, selama dua hari penyelenggaraan, area indoor dan outdoor JEC selalu dipadati oleh pengunjung.

"Ini pengamatan saya pribadi sejak bergabung pada awal ajang Kustomfest. Sejak hari pertama, jumlah pengunjung lebih banyak dibandingkan tahun lalu," kata dia kepada Harianjogja.com, Minggu.

Sebagai bagian dari tim media, Kiki menyebut pelaksanaan Kustomfest tahun ini juga merupakan test case terhadap kekuatan media sosial. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang mengandalkan pemasangan baliho, spanduk, dan properti di banyak titik, kali ini promosi offline seperti itu dikurangi secara drastis. "Promosi offline kami kurangi, hanya ada beberapa titik dan penyebaran leaflet selama minggu. Kami lebih banyak promosi lewat kekuatan media sosial. Hasilnya seperti ini," kata Kiki.

Penyelenggaraan Kustomfest tahun ini dinilai spesial dengan kehadiran pesawat kustom pertama dalam festival tersebut. Pesawat bersejarah milik TNI AU, RI-X WEL-1 turut dihadirkan setelah direstorasi.

Pesawat ini merupakan pesawat pertama yang dibuat oleh anak bangsa. "Bagi saya ini cukup “gila”. Pesawat militer, aset bangsa yang dimuseumkan, bermesin sepeda motor Harley Davidson, bisa dipoles dan ditampilkan di ajang ini," kata Kiki.

Penyelenggaraan baik dari kualitas peserta kontes yang meningkat dari tahun ke tahun membuktikan ajang tersebut menjadi agenda yang ditunggu-tunggu khalayak. Festival motor dan mobil custom, Kustomfest selalu menghadirkan deretan motor dan mobil custom yang menarik. "Yang berbeda lagi adalah adanya grafiti pesawat-pesawat latih oleh para seniman grafiti," katanya.

Salah satu pengunjung asal Bali, Eko Ramone mengaku selain menikmati kontes tersebut juga untuk memperluas jaringan. Terlebih Bali juga memiliki ajang custom subculture, Custom War yang juga menyedot perhatian masyarakat. "Hanya penyelenggaraan Custom War dilakukan dua atau tiga tahun sekali. Berbeda konsepnya dengan di Jogja," katanya.

Kesempatan tersebut juga diamini oleh Kartika pengunjung asal Salatiga, Jawa Tengah. Kartika membawa keluarganya dan membeli tiket enam untuk menyaksikan ajang tersebut. "Siapa tahu juga dapat lucky draw. Ini sudah dua kali saya ikut, tahun lalu," katanya.

Tema Perbedaan

Direktur Kustomfest Lulut Wahyudi mengatakan jumlah peserta dan pengunjung yang makin banyak menunjukan tren custom culture semakin meningkat. Terlebih tema Colour of Different dinilai up to date dengan kondisi saat ini.

"Masyarakat tengah menghadapi tahun panas atau tahun politik menjelang Pemilu 2019. Colour of Different adalah pesan bagi masyarakat Indonesia untuk menjunjung setiap perbedaan," kata dia.