Resmi, Sekolah Tatap Muka DIY Dicoba April 2021
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Ilustrasi. /Solopos-Agoes Rudianto
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL-Gelaran pilkades di Desa Monggol, Kecamatan Saptosari mulai memanas. Salah satu tim sukses (timses) calon kades (cakades) melaporkan calon lainnya lantaran dinilai melanggar aturan kampanye.
Pihak pelapor adalah tim timses dari cakades nomor urut 1 Suprawaba. Mereka melaporkan adanya dugaan pelanggaran kampanye oleh timses cakades nomor urut 2 Lasiyo.
Adapun pelanggaran yang dimaksud adalah adanya pemasangan atribut kampanye cakades nomor urut 2 di sebuah tempat ibadah. "Kami melaporkan adanya alat peraga kampanye milik nomor urut 2 yang dipasang di tempat ibadah, di pagar masjid lebih tepatnya," kata koordinator tim sukses nomor urut 1, Purnomo, Minggu (7/10/2018).
Selain itu pihaknya juga melaporkan adanya dugaan pengrusakan atribut kampanye miliknya. "Selebaran gambar milik kami ada yang diblog hitam, ini kami anggap sebagai pelecehan," imbuh Purnomo.
Purnomo berharap panitia Pilkades Desa Monggol bisa segera merespon laporan tersebut. Sebab, jika dibiarkan dia khawatir akan memicu terjadinya konflik antarwarga.
"Takutnya nantinya antartimses dan serta pendukung yang ada di lapangan malah jadi bentrok, kita tidak mengharapkan itu, kita pinginnya damai-damai saja," ujar dia.
Dihubungi terpisah, Ketua Panitia Pilkades Desa Monggol, Wakir membenarkan adanya laporan tersebut. Kemudian langsung menindaklanjuti apa yang dilaporkan oleh tim sukses nomor urut 1 dengan mencopot APK yang ditempel tidak sesuai tempatnya.
"Kami langsung surati dan berikan terguran kepada pasangan calon no urut 2, Lasiyo," ujar dia.
Menyoal laporan dicoretnya salah satu atribut kampanye milik nomor urut 1, Wakir mengatakan hal itu bukanlah sebuah pelanggaran. Menurutnya pencoretan atribut itu sudah hal biasa dalam pemilu.
Atas kejadian ini, Wakir berharap masyarakat tetap kondusif dan menjaga keamanan serta kerukunan.
Sementara itu Kapolsek Saptosari, AKP Wijayadi mengatakan Desa Monggol memang menjadi wilayah rawan terjadinya gesekan saat gelaran Pilkades. Hal ini lantaran dua calon yang turut dalam pilkades tahun ini merupakan calon sama saat pilkades 2013 silam.
Meski demikia pihaknya telah siap mengamankan jalananya pilkades di wilayah Saptosari. Bahkan dengan tegas siap menindak bila terjadi pelanggaran kampanye sesuai undang-undang yang berlaku.
Adapun untuk antisipasi juga telah dilakukan pihaknya dengan memberikan pemahaman secara langsung kepada masyarakat. "Saya secara langsung menyampaikan pesan untuk menyambut pilkades dengan suasana damai. Setiap hari saya datangi masjid entah itu subuh berjamaah atau bagaimana saya sampaikan disitu," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY menargetkan uji coba pembelajaran tatap muka untuk 10 sekolah tingkat SMA dan SMK di DIY dilaksanakan pada pertengahan April 2021.
Jadwal DAMRI Jogja ke YIA 2026 lengkap dengan tarif Rp80.000. Transportasi praktis, nyaman, dan bebas ribet menuju bandara.
Jadwal lengkap KA Bandara YIA 2026 dari Tugu Jogja ke bandara. Solusi cepat, bebas macet, dan tepat waktu untuk kejar pesawat.
Cek jadwal lengkap KRL Solo–Jogja 16 Mei 2026 dari Palur hingga Jogja. Tarif Rp8.000, berangkat pagi hingga malam.
Libur panjang akhir pekan dorong wisata Sleman naik. Merapi, Kaliurang hingga Prambanan diprediksi jadi tujuan favorit.
Honda mencatat rugi pertama sejak IPO akibat EV. Kerugian capai Rp45,9 triliun, proyek Kanada ditunda, target EV diubah.