GEMPA SULTENG: Karang Taruna Kirim Donasi lewat BPBD DIY

Ketua Karangtaruna DIY GKR Condrokirono (kanan) menyerahkan bantuan untuk korban gempa Sulteng melalui Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantana di Kraton Kilen, Kamis (18/10/2018). - Harian Jogja/Sunartono
19 Oktober 2018 09:20 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Karang Taruna DIY menyerahkan bantuan untuk korban gempa tsunami Sulawesi Tengah (Sulteng) di Kraton Kilen, kompleks Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Kamis (18/10/2018) sore. Bantuan sebesar Rp40,4 juta dan bahan makanan serta pakaian itu diserahkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY.

Ketua Karang Taruna DIY GKR Condrokirono berharap bantuan itu dapat meringankan para korban gempa tsunami di Sulteng. Dana itu, kata dia, dikumpulkan oleh para pemuda lewat berbagai cara, baik melalui aksi penggalangan dana secara langsung maupun via media sosial.

Dalam penyaluran bantuan tersebut pihaknya mempercayakan kepada BPBD DIY yang secara resmi telah membuka posko. "Penggalangan dana dimulai dari 3 Oktober, kemudian pada 6 Oktober kawan-kawan karang taruna menggalang dana di Titik Nol Kilometer. Termasuk kami share melalui akun Instagram Karang Taruna DIY," kata dia di sela-sela penyerahan bantuan.

Dalam kesempatan itu Condrokirono juga menyampaikan rasa prihatin dan pesan semangat kepada para korban Gempa di Sulteng utamanya Palu dan Donggala. "Kami juga menyampaikan agar [para korban] jangan patah semangat, jangan putus asa, terus bersemangat," katanya.

Dia menambahkan Karang Taruna akan terus melakukan kegiatan sosial. Salah satu kelompok Karang Taruna di Sleman misalnya, telah memiliki jadwal mengantarkan makanan kepada lansia di sekitar desa tersebut. "Padahal di situ ada sekitar 60 lansia dan mereka [anggota Karang Taruna] ini bergiliran," katanya.

Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantana mengapresiasi langkah Karangtaruna yang memiliki kepedulian sosial untuk menyumbangkan dana kepada korban gempa. Dengan adanya bantuan dari Karang Taruna, BPBD DIY total telah mengumpulkan uang tunai untuk bantuan Sulteng sebesar Rp293 juta. Jumlah itu dikumpulkan dari sekitar 80 donatur, sedangkan bantuan dalam bentuk barang dari sekitar 200 donatur. 

"Kami akan distribusikan langsung ke sana, saat ini sudah dilakukan assessment untuk menentukan titik mana yang akan diberikan bantuan, kebetulan ada di dua tempat yang direkomendasikan oleh tim kami," ujarnya.

Khusus untuk barang, lanjutnya, pihaknya memilih skema pengiriman bantuan melalui jalur laut karena jalur udara tergolong padat.

Sehingga butuh waktu sekitar lima hari bisa sampai ke lokasi distribusi. "Pada tanggal 24 Oktober ini [2018] kami close bantuan di posko, kami akan evaluasi nantinya," ujarnya.