BYD M6 Tes Jalan di Bantul, MPV Listrik Tembus 530 Km
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Kepala Dinas Perdagangan Bantul, Subiyanta Hadi (kiri) dan Konsultan Pusat Kemasan DIY, Irmawan Jati Nugroho, saat memberikan materi pelatihan kemasan pada pelaku UMKM, Rabu (24/10/2018)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Banyak pelaku usaha pemula yang mengabaikan kemasan produk, padahal kemasan menjadi salah satu pendukung untuk melejitkan penjualan.
Konsultan Pusat Kemasan DIY, Irmawan Jati Nugroho mengatakan persaingan usaha di berbagai sektor semakin ketat, para pelaku usaha dituntut untuk berkreasi agar produknya mampu bersaing dengan produk lain. Salah satu kreativitas yang sering diabaikan adalah teknik pengemasan prdoduk.
"Kebanyak pelaku usaha pemula saya lihat tidak menyadari pentingnya kemasan," kata Jati dalam acara Pelatihan Kemasan yang digelar di Dinas Perdagangan, Rabu (24/10).
Pelatihan cara pengemasan produk tersebut diikuti 30 pengusaha pemula di bidang kuliner dan kerajinan. Jati mengatakan banyak produk yang kualitasnya biasa, namun menjadi luar bisa dengan pengemasan yang menarik bagi konsumen.
Bukan hanya sekadar bicara, namun Jati juga telah membuktikannya sendiri. Ia berjualan pisang keju awalnya hanya dikemas dengan dus warna putih biasa, dan hasil penualannya biasa saja. Pria yang aktif di Google Gapura Digital ini pun mencoba mengubah kemasan jualannya dengan mencantumkan informasi produk dan nomor telepon. "Penjualannya jadi meningkat. Apalagi setelah kemasan dicetak bagus," kata dia.
Karena itu bagi dia, kemasan sangat menentukan keberhasilan penjualan sebuah produk. Ia pun sudah melakukan berbagai penelitian kualitas produk dalam berbagai pameran dengan mendesain berbagai kemasan. Hasilnya kemasan yang paling unik yang banyak terjual.
Jati juga memberikan beberapa tips cara pengemasan yang baik di antaranya adalah kemasan yang bagus dan pas sesuai ukuran produk, kemasan dapat melindungi produk, mengandung informasi lengkap produk mulai dari kandungan makanan, izin, hingga logo halal.
Kepala Dinas Perdagangan, Subiyanta Hadi, mengatakan pelatihan kemasan sengaja digelar untuk para pelaku usaha pemula sebagai bahan untuk mengembangkan usahanya. Ia berharap pelaku usaha bisa mempraktikannya selesai pelatihan.
Setelah banyak kemasan produk yang menarik, pihaknya juga akan membantu melalui berbagai pameran di Bantul dan luar daerah. “Pameran di Bantul misalnya melalui grebek pasar dan Bantul Ekspo. Pengiriman peserta pameran di luar daerah akan digilir sesuai dengan tema pameran,” ujar dia.
Selain Irmawan Jati Nugroho dan Subiyanta Hadi, narasumber dalam pelatihan kemasan tersebut adalah Agus Sumardoso, pemilik Bakpia Tiga Mutiara. Agus lebih memaparkan sikap pelaku usaha dalam menjalankan usaha, seperti ketekunan, tutur kata, dan tingkah laku pengusaha. Karena sikap pelaku usaha bisa memengaruhi penjualan produk.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BYD gelar test drive MPV listrik BYD M6 di Bantul. Mobil listrik keluarga ini diklaim mampu menempuh 350 km sekali cas.
Polri menelusuri aliran dana di balik kasus 72 tersangka pembakar hutan di Sumatra dan Kalimantan dengan menggandeng PPATK.
Seluruh wilayah DIY masuk kategori awas karhutla pada 23-29 Agustus 2026. BMKG meminta masyarakat mewaspadai kebakaran saat musim kemarau.
Kemenhaj membuka seleksi petugas haji 1448 H/2027 M mulai 25 Agustus 2026. Simak formasi, syarat, tahapan, dan jadwalnya.
Tahun ini, cerita tersebut menjadi bagian dari perjalanan Fatma Jati Kirana, siswi kelas XI D MAN 5 Sleman, yang terpilih sebagai anggota Pasukan 8 Paskibraka
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut negaranya menghadapi perang skala penuh di tengah sanksi baru Amerika Serikat.