Sekolah Rakyat Digenjot, Target 100.000 Siswa Kurang Mampu
Pemerintah targetkan 100.000 siswa kurang mampu masuk Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis tanpa pungutan.
Ilustrasi hujan/Reuters
Harianjogja.com, SLEMAN—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan di DIY akan terjadi pada awal November atau dasarian pertama November. Dengan turunnya hujan yang deras, beberapa hal perlu diantisipasi di antaranya angin kencang dan pohon tumbang.
Kepala Stasiun Klimatologi Mlati BMKG Yogyakarta, Agus Sudaryanto, mengatakan pada awal November DIY mulai diguyur hujan. Menurutnya saat ini sudah terjadi pelemahan aliran massa udara kering dari Australia.
Ia mengatakan terjadi juga konvergensi atau pertemuan dan perlambatan kecepatan angin di wilayah Jawa serta kondisi menghangatnya suhu permukaan laut di Samudra Hindia selatan Jawa. Menurut Agus, kondisi tersebut bisa memicu pertumbuhan awan konvektif yang mengakibatkan hujan dengan intensitas lebat disertai kilat, petir dan angin kencang.
Di Sleman beberapa wilayah yang berpotensi hujan dengan intensitas lebat antara lain Kecamatan Turi, Pakem, Cangkringan, Tempel, Minggir, Seyegan, dan Sleman. Potensi hujan lebat tersebut diperkirakan terjadi Selasa (6/11/2018) sampai Jumat (9/11/2018). "Dengan kondisi ekstrem seperti itu beberapa hal yang perlu diwaspadai di antaranya potensi genangan, banjir, longsor di beberapa wilayah yang mempunyai potensi hujan lebat tinggi dan ada rawan banjir. Hujan yang disertai angin juga berpotensi menyebabkan pohon tumbang," ujar Agus, Selasa.
Bupati Sleman, Sri Purnomo, mengimbau agar masyarakat Sleman bisa mengantisipasi berbagai potensi kerawanan saat musim penghujan. "Saya coba berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman [DPUPKP ], kami mendorong agar sejumlah ruas jalan dicek, pohon yang rapuh ditebang. Kami juga memerintahkan pengecekan drainase," ujar Sri Purnomo, Selasa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Perselisihan antarpengendara, aksi main hakim sendiri hingga perusakan kendaraan akibat luapan emosi semakin sering terlihat di jalan raya maupun media sosial.
Pendaki 16 tahun asal Brebes, M. Fahri Maulana, meninggal setelah jatuh ke kawah Gunung Slamet dan dievakuasi lewat jalur Guci.
Jadwal SIM Keliling Jogja Rabu 19 Agustus 2026 digelar di Alun-Alun Kidul. Simak lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM.
Gunung Ibu, Lewotobi Laki-laki dan Semeru erupsi Selasa malam. Ibu berstatus Waspada, sedangkan dua lainnya Siaga.
Tol Probolinggo-Banyuwangi Seksi 1 dan 2 rampung 100%, tetapi belum beroperasi. Simak alasan dan proses yang masih harus diselesaikan.