Tenggat PBB-P2 Kian Dekat, Target di Lima Kalurahan Masih Rendah
Lima kalurahan di Kulonprogo masih mencatat realisasi PBB-P2 di bawah 50 persen. BKAD menggencarkan sosialisasi dan pembayaran digital hingga 30 September 2026.
Foto ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih. / Foto dibuat menggunakan Artifical Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo sudah memulai pembangunan fasilitas untuk koperasi desa (Kopdes) Merah Putih. Setidaknya untuk saat ini ada empat titik lokasi yang dijadikan pembangunan untuk pengembangan Kopdes Merah Putih. Seluruh lokasi tersebut di empat kalurahan yang berbeda.
Sekda Kulonprogo, Triyono mengatakan, untuk pembangunan empat titik Kopdes Merah Putih ini sudah dilakukan ground breaking atau peletakan batu pertama. Empat titik itu di Kalurahan Kaligintung, Kalurahan Karangsari, Kalurahan Bugel dan Kalurahan Sidoharjo. Menurutnya, pembangunan fisik ini menjadi penanda dimulainya perjalanan koperasi sebagai pondasi utama ekonomi kerakyatan.
"Kita berharap Kopdes Merah Putih dapat menjadi soko guru perekonomian nasional dan mampu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat," ujar Eks Kepala Bapperida Kulonprogo ini.
Pengembangan Kopdes Merah Putih ini juga didukung penuh oleh Kodim 0731/Kulonprogo. Lantaran memang pelaksanaannya bersinergi antara TNI dan Pemkab Kulonprogo.
Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DisperinkopUKM) Kulonprogo, Iffah Mufidati menambahkan, setiap pembangunan gerai Kopdes Merah Putih di Bumi Binangun akan memanfaatkan ruang-ruang yang tidak terpakai. Selain di empat kalurahan ini juga akan dibangun di beberapa lokasi baru.
"Target kami adalah membangun 88 Kopdes Merah Putih di Kulonprogo sesuai total keseluruhan kalurahan di Kulonprogo," ungkapnya.
Iffah berharap, seluruh gerai Kopdes Merah Putih di Kulonprogo dapat menyesuaikan potensi lokal masing-masing daerah. Sehingga bisa sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan kebermanfaatannya dapat dirasakan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lima kalurahan di Kulonprogo masih mencatat realisasi PBB-P2 di bawah 50 persen. BKAD menggencarkan sosialisasi dan pembayaran digital hingga 30 September 2026.
Ratusan ikan gurame mati di Sleman akibat kualitas air kolam menurun selama musim kemarau. DP3 menyediakan vitamin gratis bagi pembudidaya.
KAI Bandara YIA membagikan merchandise kepada penumpang anak dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Stasiun Yogyakarta dan Stasiun YIA.
Sebanyak 113 SPPG di Bantul telah beroperasi untuk program MBG, sementara 22 unit lainnya masih belum berjalan karena berbagai kendala.
Lebih dari 40.000 kepesertaan BPJS Kesehatan di Gunungkidul kembali aktif setelah penonaktifan PBI akibat penerapan DTSEN.
Polresta Jogja menetapkan lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 anak menjadi korban.