Pendaftaran Seleksi Petugas Haji 2027 Dibuka, Ini Syarat dan Jadwalnya
Seleksi petugas kesehatan haji 2027 dibuka mulai 20 Agustus 2026. Simak syarat, formasi, tahapan, dan jadwal seleksinya.
Para peserta pelatihan seni anak berfoto bersama dengan pelatih serta pejabat di lingkungan Dinas Kebudayaan DIY di sela-sela penampilan operet, Sabtu (17/11/2018)./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA - Taman Budaya Yogyakarta (TBY) menggelar operet anak di Concert Hall TBY, Sabtu (17/11/2018). Kegiatan itu sekaligus menutup pelatihan seni anak 2018 yang digelar TBY sejak sepuluh bulan terakhir.
Kegiatan operet itu melibatkan para peserta pelatihan seni anak yang telah mendapatkan pendampingan seni. Dalam kesempatan itu juga diberikan apresiasi kepada pelatih seni yang telah mendampingi anak.
Kepala TBY Yuliana Eni Lestari menjelaskan kegiatan pelatihan seni anak untuk 2018 telah usai. Para peserta anak-anak dengan jumlah 250 orang telah mendapatkan transfer ilmu dari pelatih selama sepuluh bulan. Para pelatih itu terdiri atas tari kreasi baru sebanyak dua orang, tari klasik empat orang, teater tiga orang, seni rupa empat orang, vokal tiga orang dan ansambel musik sebanyak tiga orang pelatih.
"Kami sangat mengapresiasi pelatih yang telah melakukan transfer ilmu seninya kepada anak-anak melalui program ini, sehingga anak mendapatkan banyak ilmu seni," katanya, Sabtu.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan DIY Budi Wibowo yang hadir dalam kesempatan itu mendorong berbagai pihak agar program pelatihan seni untuk anak ini bisa berjalan di tahun berikutnya. Ia berharap pada 2019 ada dukungan anggaran sehingga pesertanya tidak hanya 250 anak, tetapi bisa sampai 400 anak.
"Saya berharap ke depan bisa bertambah tidak hanya 250 anak, tetapi kalau bisa 400. Sehingga seni budaya bisa berkembang pada anak dan masyarakat kita menjadi istimewa," ujarnya.
Budi mengaku terenyuh dengan penampilan seni anak-anak dalam acara tersebut, karena mereka sangat kreatif dalam berolah seni budaya yang menjadi ciri khas Jogja. Pelatihan seni tersebut sangat efektif untuk memberikan pemahaman dan kemampuan anak tentang seni budaya.
"Ketika anak tampil saya terenyuh, ini sebenarnya yang harus terus kita lakukan, karena ini ciri khas Jogja yang harus dikembangkan," ucapnya.
Ia menambahkan, saat ini DIY sedang membangun gedung taman budaya di Gunungkidul dan Kulonprogo. Pemda DIY berkomitmen mengembangkan budaya tidak hanya di perkotaan namun juga sampai ke pelosok desa sehingga fasilitas pertunjukan akan terus ditambah. Selain itu pengembangan budaya tidak sekadar seni saja tetapi juga kebudayaan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.
"Harapannya taman budaya yang nantinya ada di kabupaten di DIY bisa ramai seperti di kota sehingga ekspresi seni bisa terus berkembang di masyarakat," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seleksi petugas kesehatan haji 2027 dibuka mulai 20 Agustus 2026. Simak syarat, formasi, tahapan, dan jadwal seleksinya.
Capaian ini menjadi bukti keseriusan Pemkot Magelang dalam memenuhi hak pendidikan bagi seluruh anak, tanpa terkecuali.
Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 dibuka 18-30 Agustus. Simak 20 sekolah yang sebelumnya tidak mensyaratkan nilai UTBK-SNBT.
Fajar/Fikri lolos ke 16 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah mengalahkan Eloi Adam/Leo Rossi dua gim langsung di New Delhi.
Spotify memperluas Running Mode ke Android. Fitur AI ini menyesuaikan playlist dengan tempo lari, tetapi belum tersedia di Indonesia.
Pasar murah Pemkab Bantul di Pajangan diserbu warga. Harga beras, minyak, telur, gula, dan bawang dijual lebih murah dari pasaran.