Puluhan Mahasiswa UNJ Kunjungi Harian Jogja
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Kepala Dinas Sosial DIY, Untung Sukaryadi (kiri) memberikan bantuan kursi roda kepada salah satu penyandang disabilitas saat peringatan Hari Disabilitas Internasional 2018 di Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas (BRTPD), Srihardono, Pundong, Bantul, Senin (3/12/2018)./Harian Jogja-Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, BANTUL—Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2018 di DIY diperingati dengan senam massal dan pergelaran pentas seni yang dipusatkan di Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas (BRTPD), Srihardono, Pundong, Bantul, Senin (3/12/2018). Dalam acara bertemakan Indonesia Inklusi dan Ramah Disabilitas itu, ada ratusan penyandang disabilitas dari kabupaten dan kota yang hadir.
Dalam kegiatan tersebut juga ada pembagian sebanyak 100 alat bantu difabel seperti kursi roda, tongkat, dan alat bantu jalan atau walker.
Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Penyandang Cacat, Dinas Sosial (Dinsos) DIY, Subroto mengatakan selain senam dan Pentas seni, rangkaian kegiatan peringatan HDI ke-57 itu di antaranya gelar wicara di sejumlah radio serta pameran hasil karya para difabel. Kegiatan itu, kata dia, terselenggara atas kolaborasi Dinsos DIY dan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-P3A) Bantul.
Sesuai dengan tema acara, kata Subroto, Pemda DIY berupaya untuk menciptakan kabupaten/kota yang ramah disabilitas. "Dari sisi regulasi saya rasa sudah cukup, hanya impelemntasinya yang perlu dipertajam," kata Subroto.
Berdasarkan hasil pendataan ada sekitar 29.530 penyandang disabilitas di DIY yang sebagian besar merupakan penyandang disabilitas fisik. Mereka berhak mendapatkan hak yang sama dengan warga lainnya, mulai dari akses layanan publik, pendidikan, kesehatan, dan akses pekerjaan. ”Saya akui selama ini belum semua layanan publik dapat dikses semua oleh semua difabel,” ucap dia.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) DIY, Untung Sukaryadi mengatakan para penyandang disabilitas meski kurang secara fisik namun memiliki cita-cita yang sama, memiliki semangat yang sama untuk membangun bangsa. Ia kagum banyak potensi yang sudah dieksplor teman-teman disabilitas.
Selain dalam bentuk karya yang bernilai, prestasi difabel di DIY juga cukup membanggakan. Salah satunya adalah tim khusus Difabel Siaga Bencana atau Difagana. Saat ini tim tersebut sedang membantu pemulihan korban bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah.
"Difagana ini sudah terlatih, tiap ada bencana selalu dibutuhkn untuk ikut menngni pemulihn korban bencn," ujar Untung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 63 mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bersama tiga dosen pendamping mengunjungi kantor Harian Jogja di Jalan AM Sangaji, Jogja, Kamis (21/5)
Hiromu Tanaka mengaku gugup saat pertama kali bermain di luar Jepang bersama PSS Sleman. Ia kini beradaptasi dengan cuaca Indonesia.
Gunungkidul menyiapkan fasilitas RDF berkapasitas 60 ton sampah per hari. Lelang ditargetkan Oktober 2026 dan beroperasi 2029.
Pemkot Magelang mengingatkan pentingnya menguras tangki septik berkala melalui layanan L2T2 demi sanitasi sehat dan berkelanjutan.
Prabowo menghadiri peluncuran MOLINAS di Cikarang, mencakup manufaktur, baterai, charging, pembiayaan hingga pasar.
DPRD Gunungkidul menyoroti sejumlah sekolah yang belum menerima MBG dan mendorong perluasan program agar lebih merata.