Asyik, Akhir Pekan Ini Dua Ikon Baru Jogja Diresmikan

Bulevar di tengah-tengah Jl. Suroto, Kotabaru, Senin (17/9/2018). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
19 Desember 2018 17:20 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak dua proyek pembangunan kawasan pedestrian di Jalan Suroto dan sisi barat Malioboro akan diresmikan pada Jumat (21/12/2018) malam. Peresmian dua ikon baru Jogja itu rencananya bakal dilakukan langsung oleh Gubernur DIY Sultan HB X.

Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi mengatakan keberadaan pedestrian baru baik di jalan Suroto maupun sisi barat Malioboro bakal menambah daya pikat wisatawan ketika berkunjung ke Jogja. "Setelah diresmikan, wisatawan nantinya bisa leluasa menikmati suasana baru di kedua lokasi. Kami akan resmikan 21 Desember besok," katanya, Rabu (19/12/2018).

Heroe mengakui jika kawasan legendaris Malioboro tetap akan menjadi daya pikat bagi wisatawan yang berkunjung ke Jogja. Terlebih saat ini wajah Malioboro tampil berbeda di mana bagian kanan dan kirinya sepenuhnya difungsikan untuk pedestarian.Malioboro akan nyaman dikunjungi baik siang hingga malam.

Tak hanya itu, lanjut Heroe, keberadaan kawasan pedestarian lainnya seperti di Jalan Suroto, Kotabaru juga bisa menjadi alternatif wisata bagi para wisatawan. "Kami sudah menyiapkan tempat-tempat wisata bagi wisatawan yang berkunjung pada akhir tahun ini. Termasuk kampung-kampung wisatanya," katanya.

Selain itu, ada Taman Pintar yang dinilai juga bisa menjadi alternatif wisata yang layak dikunjungi wisatawan. Pemkot, kata Heroe, sudah menyiapkan papan-papan informasi kepada para pengunjung terkait wisata Jogja. "Tahun depan, kami akan lakukan penataan di sirip-sirip jalan Malioboro. Ini sebagai kelanjutan proyek," katanya.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Jogja Umi Akhsanti mengatakan peresmian pedestrian baru tersebut akan dilakukan pada Jumat (21/11) malam. Dia mengatakan progres pembangunan kawasan pedestarian Suroto di Kotabaru tercapai 100%.

"Ini kemajuan karena proyek pedestrian selesai sebelum target selesai. Targetnya kan 23 Desember, tapi selesai sebelum itu," ucap dia.

Seusai diresmikan, Umi masih belum mau membeberkan organisasi perangkat daerah mana yang akan mengelola kawasan tersebut. "Apakah Dinas Pariwisata, Dinas Kebudayaan atau Kecamatan Gondokusuman? Saya tak bisa jawab. Soal pengelolaan bukan kapasitas saya menjawab," katanya.

Setelah menyelesaikan proyek pembangunan pedestrian jalan Suroto tersebut, tahun depan Pemkot akan melanjutkan penataan di kawasan Jalan Sudirman. Akan tetapi waktu pelaksanaan proyek masih belum bisa ditentukan. "Untuk info detail belum kami publish," ujarnya.

Sekadar diketahui, kawasan pedestarian Jalan Suroto akan diresmikan besok menggunakan Dana Keistimewaan sebesar Rp9,5 miliar. Dana tersebut di luar anggaran penataan taman di tengah jalan (bulevar) yang ditopang oleh Dana Keistimewaan (Danais) sebesar Rp1,92 miliar. Di sepanjang jalan dan bulevar terdapat 40 buah kursi yang dipasang berjejer.

Tak hanya itu, Pemkot juga memasang tiang-tiang lampu sebanyak 20 buah yang didesain unik di sepanjang jalan tersebut. Tiang listrik berciri khas indies tersebut selain dipasang di sirip-sirip jalan Suroto juga dipasang di bulevar.