Guguran Lava Merapi Makin Sering, Sehari Bisa Puluhan Kali

Guguran lava Gunung Merapi kembali terjadi pada Minggu (16/12/2018) sekitar pukul 19.08 WIB. - Ist/Dok BPPTKG
20 Desember 2018 06:50 WIB Abdul Hamied Razak Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Gunung Merapi terus melakukan aktivitasnya. Guguran lava saat ini semakin sering terjadi seiring pertumbuhan kubah lava.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogja, Hanik Humaida mengatakan guguran lava Merapi dalam beberapa hari terakhir cukup banyak terjadi.

Jumlahnya belasan hingga puluhan kali dalam sehari. Hanya saja, Hanik menilai aktivitas guguran lava tersebut tergolong kecil kalau dibandingkan dengan tahun 2006 di mana saat itu guguran bisa mencapai ratusan kali.

"Guguran [lava yang terjadi] itu pun masih termasuk kecil, tetapi walaupun kecil kita juga harus mewaspadai," jelas Hanik di kantor BPPTKG Jogja, Rabu (19/12/2018).

Dia menjelaskan, guguran yang mengarah ke Kali Gendol sangatlah kecil. Dari puluhan guguran yang terjadi, BPPTKG hanya melihat satu atau dua guguran saja yang melintas. "Presentase masih terbilang kecil . Yang harus kami tekankan, pemantauan merapi tidak hanya dilihat dari visual, akan tetapi banyak sekali parameter yang kami gunakan untuk memantau aktivitas merapi, mulai dari geofisika dan geokimia," paparnya.

Dari data-data itu, lanjut Hanik, digunakan BPPTKG untuk memantau dan monitoring Merapi. "Sebenarmya kami selalu meresponS setiap postingan CCTV karena dari instrumentasi tidak terjadi perubahan yang signifikan. Kami pun melihat visualnya, untuk saat ini, itu termasuk fenomenal biasa. Untuk melihat secara aman jarak atau radius tetaplah tiga kilometer," katanya.